Day: February 17, 2026

  • Hari Kedua Misi Kemanusiaan, PMI Jakarta Pusat Tinjau dan Siapkan Perbaikan Fasilitas Terdampak Bencana di Kabupaten Agam

    Hari Kedua Misi Kemanusiaan, PMI Jakarta Pusat Tinjau dan Siapkan Perbaikan Fasilitas Terdampak Bencana di Kabupaten Agam

    Agam – (17/02/2026) Memasuki hari kedua misi kemanusiaan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Pusat bersama PMI Kabupaten Agam melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik terdampak banjir dan longsor di Desa Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

    Kegiatan diawali dengan diskusi bersama Wali Nagari Koto Kaciak yang membawahi lima jorong di Kecamatan Tanjung Raya, jajaran PMI Kabupaten Agam, serta perwakilan pihak kecamatan. Pertemuan tersebut bertujuan memetakan kebutuhan paling mendesak bagi warga terdampak sekaligus menyusun langkah penanganan prioritas di wilayah tersebut.

    Pada pukul 08.30 WIB, tim bergerak meninjau lokasi pipanisasi yang mengalami kerusakan akibat longsor. Saluran tersebut sebelumnya menjadi sumber distribusi air bersih bagi lima jorong di wilayah Desa Koto Kaciak.

    Berdasarkan arahan dan instruksi Ketua PMI Kota Jakarta Pusat, H. Asep Djuanda, perbaikan pipanisasi ditetapkan sebagai prioritas utama dalam tahap awal penanganan.

    “Pipanisasi ini sangat urgent untuk segera diperbaiki karena aliran airnya digunakan oleh lima jorong. Jika tidak segera ditangani, kebutuhan air bersih warga akan terganggu dalam waktu lama,” ujar Rudy selaku Kepala Bidang Penanggulangan Bencana dan Sosial PMI Kota Jakarta Pusat.

    Selanjutnya pada pukul 09.30 WIB, tim meninjau sejumlah masjid dan musholla yang terdampak banjir dan longsor. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Masjid Nurul Huda di Desa Koto Kaciak yang mengalami kerusakan pada beberapa bagian bangunan serta fasilitas penunjangnya.

    Rudy menyampaikan bahwa pihaknya berencana melakukan renovasi dan perapihan menyeluruh, khususnya pada fasilitas toilet masjid tersebut. Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Nurul Huda juga difungsikan sebagai lokasi pengungsian sementara bagi warga sekitar yang terdampak bencana.

    “Masjid ini bukan hanya pusat ibadah, tetapi juga menjadi tempat warga mengungsi. Kami berencana memperbaiki fasilitasnya agar kembali layak dan nyaman digunakan, baik untuk beribadah maupun untuk kebutuhan darurat warga,” tambahnya.

    Peninjauan kemudian dilanjutkan ke SMP Negeri 2 Tanjung Raya yang saat ini masih dipenuhi lumpur akibat banjir. Kondisi tersebut memaksa pihak sekolah menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar hingga situasi memungkinkan.

    PMI Jakarta Pusat bersama PMI Agam berencana menggelar kerja bakti bersama pihak sekolah, aparat setempat, dan masyarakat guna mempercepat proses pembersihan lumpur agar aktivitas belajar dapat kembali berjalan normal.

    Tim juga menyambangi sejumlah pemukiman warga untuk melihat langsung kondisi rumah-rumah yang terdampak serta mendata kebutuhan lanjutan, baik kebutuhan logistik, sanitasi, maupun perbaikan infrastruktur dasar.

    Rangkaian kegiatan hari kedua ditutup dengan pembelian material pengecatan dan alat kebersihan yang kemudian langsung digunakan oleh tim PMI Kota Jakarta Pusat untuk melakukan pengecatan serta pembersihan Musholla dan TPA Nurul Iman di Jorong Balai Belo.

    Misi kemanusiaan ini merupakan bagian dari upaya PMI Kota Jakarta Pusat dalam menyalurkan amanah bantuan dari para donatur kepada warga terdampak banjir dan longsor di wilayah Sumatera Barat, khususnya di Kabupaten Agam. Diharapkan, kolaborasi antar-PMI dan dukungan masyarakat dapat mempercepat proses pemulihan serta mengembalikan aktivitas warga ke kondisi yang lebih baik.

  • PMI Jakarta Pusat Lanjutkan Misi Kemanusiaan Tahap Kedua di Kabupaten Agam

    PMI Jakarta Pusat Lanjutkan Misi Kemanusiaan Tahap Kedua di Kabupaten Agam

    Agam – PMI Jakarta Pusat melakukan peninjauan langsung ke lokasi bencana banjir dan longsor di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Senin (16/02/2026).

    Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan asesmen penanganan bencana yang hasilnya akan dilaporkan kepada jajaran pengurus PMI Jakarta Pusat sebagai dasar pengambilan kebijakan dan tindak lanjut bantuan.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari misi kemanusiaan tahap kedua PMI Jakarta Pusat. Sebelumnya, pada tahap pertama, PMI Jakarta Pusat telah menyalurkan bantuan bagi warga terdampak bencana di Aceh Tamiang. Komitmen berkelanjutan ini menunjukkan konsistensi PMI Jakarta Pusat dalam merespons bencana di berbagai daerah.

    Tim PMI Jakarta Pusat yang berjumlah delapan orang dipimpin oleh Rudy Hairuddin selaku Ketua Bidang Penanggulangan Bencana dan Sosial. Peninjauan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan banjir dan longsor dalam beberapa hari terakhir.

    Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Jorong Labuah. Longsor di wilayah tersebut mengakibatkan 70 rumah warga terdampak. Selain itu, satu masjid, dua mushola, satu TPA, dan satu gedung serbaguna turut mengalami kerusakan. Secara keseluruhan, sebanyak 80 kepala keluarga atau sekitar 320 jiwa terdampak bencana.

    Selanjutnya, tim melakukan koordinasi dengan PMI Kabupaten Agam guna membahas langkah penanganan dan kebutuhan mendesak di lapangan.

    Kepala Markas PMI Kabupaten Agam, Ade, menyampaikan apresiasi atas kehadiran PMI Jakarta Pusat.

    “Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan kepedulian PMI Jakarta Pusat. Kehadiran tim secara langsung memberikan semangat bagi kami dan masyarakat terdampak. Sinergi ini sangat penting agar proses penanganan dan pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran,” ujar Ade.

    Tim kemudian meninjau Desa Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, yang menjadi salah satu lokasi terdampak. Di wilayah tersebut, kerusakan pada jaringan pipanisasi air bersih menjadi perhatian utama karena berdampak langsung pada kebutuhan dasar masyarakat.

    Dalam diskusi bersama perangkat nagari, Kepala Desa Koto Kaciak, Syawaldi, menyampaikan harapan dan komitmennya.

    “Kami mewakili masyarakat Desa Koto Kaciak mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Kerusakan pipanisasi air bersih sangat mempengaruhi aktivitas warga. Kami siap bergotong royong bersama PMI dalam proses perbaikan agar fasilitas ini bisa segera dimanfaatkan kembali,” ungkap Syawaldi.

    Rudy menegaskan sesuai arahan Ketua PMI Kota Jakarta Pusat, bahwa hasil asesmen harus segera ditindaklanjuti.

    “Rencana kita akan bantu perbaikan pipanisasi air bersih, pembangunan MCK, perbaikan tempat ibadah, serta pembagian sembako bagi warga terdampak. Ini bagian dari komitmen kami dalam misi kemanusiaan tahap kedua,” jelasnya.

    Melalui kolaborasi antara PMI Jakarta Pusat dan PMI Agam, diharapkan upaya pemulihan pascabencana dapat berjalan optimal serta mampu meringankan beban masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit.