Oleh : H. Asep Djuanda (Ketua PMI Kota Jakarta Pusat)
Sebuah gagasan brilian yang disampaikan oleh humaniter Henry Dunant ditulis dalam sebuah buku yang berjudul A memory of Solferino atau Kenangan dari Solferino di tahun 1862.
Dalam buku tersebut Henry Dunant memberikan dua gagasan penting hingga sekarang menjadi pondasi berdirinya Palang Merah dan perjanjian Internasional tentang aturan hukum yang mengatur peperangan.
Gagasan tersebut disambut oleh kolega beliau seperti General Guillame Henri Dufour berlatar belakang militer, Dr. Theodore Maunoir Dokter dari Komisi Kebersihan dan Kesehatan Jenewa, Guntave Moynier adalah Pengacara dan Ketua Masyarakat Jenewa untuk Kesejahteraan Publik, serta Dr. Louis Appia seorang dokter bedah.
Bersama Henry Dunant, mereka bersepakat untuk mewujudkan gagasan tersebut dengan membentuk Komite Lima.
Komite Lima (sering disebut Komite Internasional Pertolongan Korban Luka, cikal bakal berdirinya International Committe of the Red Cross atau ICRC).
Mereka memelopori gerakan Palang Merah Internasional untuk memberikan bantuan kemanusiaan bagi tentara yang terluka, yang menghasilkan Konvensi Jenewa pertama. Sejak itu berdirilah Pakang Merah Internasional yang lebih dikenal ICRC. (ADS/28.02.2026).

