Day: March 1, 2026

  • A memori of Solferino

    A memori of Solferino

    Oleh : H. Asep Djuanda (Ketua PMI Kota Jakarta Pusat)

    Sebuah gagasan brilian yang disampaikan oleh humaniter Henry Dunant ditulis dalam sebuah buku yang berjudul A memory of Solferino atau Kenangan dari Solferino di tahun 1862.

    Dalam buku tersebut Henry Dunant memberikan dua gagasan penting hingga sekarang menjadi pondasi berdirinya Palang Merah dan perjanjian Internasional tentang aturan hukum yang mengatur peperangan.

    Gagasan tersebut disambut oleh kolega beliau seperti General Guillame Henri Dufour berlatar belakang militer, Dr. Theodore Maunoir Dokter dari Komisi Kebersihan dan Kesehatan Jenewa, Guntave Moynier adalah Pengacara dan Ketua Masyarakat Jenewa untuk Kesejahteraan Publik, serta Dr. Louis Appia seorang dokter bedah.

    Bersama Henry Dunant, mereka bersepakat untuk mewujudkan gagasan tersebut dengan membentuk Komite Lima.

    Komite Lima (sering disebut Komite Internasional Pertolongan Korban Luka, cikal bakal  berdirinya International Committe of the Red Cross atau ICRC).

    Mereka memelopori gerakan Palang Merah Internasional untuk memberikan bantuan kemanusiaan bagi tentara yang terluka, yang menghasilkan Konvensi Jenewa pertama. Sejak itu berdirilah Pakang Merah Internasional yang lebih dikenal ICRC. (ADS/28.02.2026).

  • 76 Tahun PMR Kita

    76 Tahun PMR Kita

    Oleh : H. Asep Djuanda (Ketua PMI Kota Jakarta Pusat)

    Palang Merah Remaja (PMR) di Indonesia resmi didirikan pada 1 Maret 1950, yang diprakarsai oleh Siti Dasimah dan Paramita Abdurrahman pasca Kongres PMI ke-4, yang bertugas membina kader muda dalam bidang kemanusiaan, kesehatan, dan pertolongan pertama.

    Tanggal 1 Maret diperingati sebagai Hari PMR Indonesia. Kebanyakan orang tidak lagi memperhatikan kelahirannya. Padahal dari sinilah bermunculan ide ide dan gagasan gagasan membangun generasi muda untuk menjadi kader kader muda insan Palang Merah, semisal saja munculnya Korps Sukarela dari unsur pemuda, siaga bencana berbasis masyarakat, tenaga sukarela dan sebagainya.

    Munculnya ide gagasan mendirikan kader remaja Palang Merah terinspirasi oleh gerakan remaja di negara lain yang membantu korban Perang Dunia I.

    Di Indonesia kemudian berkembang menjadi beberapa tingkatan seperti mulai, madya dan Wira. PMI berupaya menjadikan kader kemanusiaan dari mulai usia sekolah dasar, menengah hingga atas, yang pada akhirnya PMR merupakan bagian dari PMI yang didirikan tanggal 17 Seotember 1945.

    Hingga saat ini PMI sudah ribuan bahkan mungkin jutaan anggota remaja telah mendapatkan pemahaman tentang nilai nilai kemanusiaan, pembelajaran kesehatan dan bahkan kebencanaan.
    PMR peer leader, peer support dan peer educator.

    Selamat hari jadi PMR ke 76 tahun, bravo PMR…!