Day: September 15, 2026

  • 81 Tahun Palang Merah Indonesia

    81 Tahun Palang Merah Indonesia

    Oleh : Kang Asep Djuanda

    Awalnya saya mengenal PMI saat masih duduk di bangku SMP kelas 1 tahun 1972. Waktu itu PMI baru berusia 27 tahun. Kalau dianalogikan ke usia manusia, ia sedang beranjak dewasa, sedang mencari jati dirinya. Usia saya sendiri saat itu baru 15 tahun. Di ekstrakurikuler PMR lah saya mulai banyak mengenal PMI.

    Mengenal Sejarah PMI

    Berdirinya PMI melalui proses panjang, yang terbagi dalam dua masa berbeda: masa kolonial dan masa paska-kemerdekaan.

    1. Masa Kolonial

    Pada 21 Oktober 1873, Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan organisasi Palang Merah di Indonesia dengan nama Nederlandsche Roode Kruis Afdeeling Indiƫ (NERKAI). Organisasi ini kemudian dibubarkan pada masa pendudukan Jepang.

    Semangat untuk mendirikan palang merah nasional tidak padam. Antara tahun 1932 hingga 1940, semangat itu terus dilanjutkan oleh tokoh-tokoh terpelajar Indonesia, dipelopori oleh dr. R.C.L. Senduk dan dr. Bahder Djohan.

    Pada tahun 1940, rancangan pendirian PMI dibawa ke dalam sidang Konferensi NERKAI, namun ditolak mentah-mentah oleh pihak kolonial. Upaya serupa juga sempat dilakukan pada masa pendudukan Jepang, tetapi kembali ditolak.

    1. Masa Paska-Kemerdekaan

    Tanggal 3 September 1945, atau hanya 17 hari setelah Proklamasi Kemerdekaan, Presiden Soekarno memerintahkan Menteri Kesehatan saat itu, dr. Buntaran Martoatmodjo, untuk membentuk Badan Palang Merah Nasional.

    Pada 5 September 1945, dr. Buntaran membentuk “Panitia Lima” yang diketuai oleh dr. R. Mochtar, dengan anggota dr. Bahder Djohan, dr. Djuhana, dr. Marzuki, dan dr. Sitanala.

    Panitia Lima berhasil membentuk Palang Merah Indonesia secara resmi pada 17 September 1945. Pengurus Besar PMI pun dibentuk dengan ketua pertama Drs. Mohammad Hatta. Tanggal inilah yang kemudian diperingati sebagai Hari PMI.

    Pada 16 Januari 1950, Pemerintah Belanda melalui NERKAI membubarkan diri dan menyerahkan seluruh asetnya kepada PMI, sesuai aturan internasional bahwa hanya boleh ada satu perhimpunan nasional di setiap negara. Keberadaan PMI kemudian dikuatkan secara resmi melalui Keppres No. 25 Tahun 1950 dan Keppres No. 246 Tahun 1963. Kini keberadaan PMI semakin jelas dengan dikeluarkannya UU Nomor 1 Tahun 2018 yang teknisnya dijelaskan dalam PP Nomor 7 Tahun 2019.

    Tugas Awal PMI

    Tugas utama PMI saat pertama kali berdiri berfokus penuh pada situasi perang kemerdekaan. Indonesia baru saja merdeka, PMI langsung diterjunkan ke medan konflik untuk misi kemanusiaan darurat, seperti,

    • Membantu korban perang revolusi dengan memberikan pertolongan pertama, mengevakuasi, serta merawat pejuang dan warga sipil.
    • Memulangkan tawanan perang, baik tentara Sekutu maupun Jepang yang masih tertinggal di Indonesia.
    • Membantu pemerintah menunjukkan kedaulatan, sebagai bukti kepada dunia internasional bahwa Indonesia adalah negara berdaulat yang memiliki lembaga kemanusiaan nasional yang sah.
    • Menyediakan pelayanan kesehatan darurat dengan membangun pos-pos kesehatan dan dapur umum di sekitar medan pertempuran.

    Semua tugas itu dijalankan dengan berpegang teguh pada 7 Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional: Kemanusiaan, Kesamaan, Kenetralan, Kemandirian, Kesukarelaan, Kesatuan, dan Kesemestaan.

    PMI Hari Ini, di Usia 81 Tahun

    Kini, di usia yang ke-81 tahun, tugas PMI jauh lebih meluas. Bukan hanya di medan perang, tapi hadir di setiap bencana alam, krisis kesehatan, hingga pelayanan donor darah yang setiap hari menyelamatkan ribuan nyawa. Jutaan relawan dari Sabang sampai Merauke adalah bukti bahwa semangat Panitia Lima itu tidak pernah padam.

    Dulu ketika saya mengenal PMI di usia 27 tahun, ia adalah organisasi muda yang sedang mencari jati diri. Kini di usianya yang ke-81, PMI telah menjadi organisasi yang matang, kokoh, dan terbukti selalu hadir di setiap duka bangsa.

    Jika dulu saya belajar tentang kemanusiaan dari PMR, kini saya melihat kemanusiaan itu sendiri telah tumbuh dan mengabdi bersama PMI.

    Dirgahayu Palang Merah Indonesia ke-81. Teruslah menebar kebaikan.