Day: September 30, 2026

  • Keterbatasan Fisik Bukan Penghalang untuk Berprestasi

    Keterbatasan Fisik Bukan Penghalang untuk Berprestasi

    Kisah Noorsyirwan, Relawan Berprestasi dari Jakarta Pusat

    Oleh: H. Asep Djuanda

    Keterbatasan fisik bukan alasan untuk minder. Dengan semangat, ketekunan, dan kemauan untuk terus belajar, siapa pun dapat berkarya dan memberikan manfaat bagi sesama.

    Itulah semangat yang tergambar dalam perjalanan Noorsyirwan, atau yang akrab disapa Kak Noor, seorang relawan dan pembina Palang Merah Remaja (PMR) dari Jakarta Pusat yang telah puluhan tahun mengabdikan dirinya dalam kegiatan kepalangmerahan.

    Berawal dari Ajakan Teman

    Perjalanan Kak Noor bersama PMR dimulai pada tahun 1980, ketika ia duduk di SMP Negeri 72 Jakarta. Ia mengikuti kegiatan ekstrakurikuler PMR atas ajakan seorang teman, Kak Zelni Azwar.

    Saat itu, pelatih PMR di antaranya adalah Kak Masrur Suropati, Kak Asep, dan Kak Surachmat.

    Bagi Kak Noor, bergabung dengan PMR bukan sekadar mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Dari sinilah perlahan tumbuh rasa percaya diri yang sebelumnya belum ia miliki.

    “Dulu saya sering merasa minder karena keterbatasan fisik. Tetapi setelah mengikuti PMR, justru saya mendapatkan kepercayaan diri yang luar biasa,” tutur Kak Noor.

    Saat kelas 1 SMP, ia mulai sering diajak oleh para seniornya, yaitu Herjon, Fredy, Welly, dan Zelni, untuk datang ke Markas PMI Kota Jakarta Pusat.

    Semakin sering datang ke markas PMI, semakin besar pula ketertarikannya terhadap kegiatan kepalangmerahan. Di sana ia bertemu banyak teman dari berbagai sekolah yang memiliki semangat dan ketertarikan yang sama.

    Berbagai pelatihan yang diselenggarakan PMI pun diikutinya. Pengalaman demi pengalaman tersebut menjadi bekal penting yang kemudian membentuk dirinya sebagai seorang relawan.

    Dari Anggota PMR Menjadi Pelatih

    Tahun 1983, Kak Noor memasuki SMA Negeri 24 Jakarta. Kecintaannya terhadap PMR tidak berhenti. Ia kembali bergabung dalam kegiatan PMR di sekolah tersebut.

    Pengalamannya selama mengikuti PMR di SMP membuat pembina dan para senior di SMA Negeri 24 memberikan kepercayaan kepadanya. Ia bahkan diminta membantu membina dan melatih anggota PMR yang baru bergabung.

    Kepercayaan tersebut terus tumbuh.

    Pada tahun 1984, Kak Noor mulai dipercaya menjadi pelatih di almamaternya, SMP Negeri 72, sekaligus membantu kegiatan PMR di sekolahnya.

    Sejak saat itu, dunia kepelatihan PMR menjadi bagian penting dalam hidupnya.

    Ia melatih PMR di SMP Negeri 72 hingga tahun 1994. Setelah lulus dari SMA Negeri 24 pada tahun 1986, ia kemudian aktif melatih di berbagai sekolah, antara lain:

    • SMP Negeri 72
    • SMP Negeri 60
    • SMP Negeri 71
    • SMP Negeri 70
    • SMP Negeri 65
    • SMP Negeri 59
    • SMP Negeri 94
    • SMP YP IPPI
    • SMP Al-Irsyad
    • SMK 34 PGRI

    Kegiatan tersebut dijalaninya hingga tahun 1997.

    Perjalanan sebagai pelatih juga tidak lepas dari bimbingan para senior. Salah satunya adalah Kak Edwar Bactiar, yang mengajaknya membantu kegiatan pembinaan di STM 6 atau yang kini dikenal sebagai SMK 34, pada tahun 1986.

    Terus Belajar dan Mengembangkan Diri

    Menjadi relawan dan pelatih bukan berarti berhenti belajar. Kak Noor terus meningkatkan kemampuan dan pengetahuannya melalui berbagai pendidikan dan pelatihan.

    Beberapa di antaranya adalah:

    • 1991 – Mengikuti Diklat KSR PMI DKI Jakarta.
    • 1995 – Mengikuti Diklat Pelatih PMR tingkat DKI Jakarta.
    • 1995–1997 – Aktif di Sekretariat KSR PMI Jakarta Pusat.
    • 1997 – Mengikuti Diklat Pembinaan Kepemimpinan Pelatih PMR dan KSR tingkat DKI Jakarta.
    • 2008 – Menerima penghargaan dedikasi 20 tahun dalam pembinaan PMR Jakarta Pusat.
    • 2014 – Mengikuti Orientasi Kepalangmerahan DKI Jakarta.
    • 2015 – Mengikuti Diklat Pembina PMR Jakarta Pusat.
    • 2020 – Menjadi juri Jumbara PMR PMI Sumatera Selatan.
    • 2021 – Mengikuti Pelatihan Eksplorasi Hukum Humaniter Internasional yang diselenggarakan PMI Pusat dan ICRC.
    • 2022 – Mengikuti Pelatihan Diseminasi Kepalangmerahan PMI Pusat dan ICRC.
    • 2023 – Mengikuti Seminar Pemantapan Nilai-Nilai dan Peraturan Organisasi PMI Pusat.
    • 2023 – Menerima penghargaan pengabdian 32 tahun sebagai relawan PMI DKI Jakarta.
    • 2025 – Menerima Volunteer Award “Dedication and Service Award” PMI Jakarta Pusat.

    Tetap Mengabdi kepada Generasi Muda

    Setelah sempat berhenti melatih di beberapa sekolah, semangat Kak Noor untuk membina generasi muda kembali berlanjut.

    Pada periode 2019–2023, ia aktif melatih PMR di beberapa sekolah dasar, antara lain SD Duripulo 04, SD Cideng 07, dan SD Cideng 04.

    Hingga saat ini, ia masih aktif melatih PMR di SD Cideng 13.

    Bagi Kak Noor, menjadi pelatih bukan sekadar mengajarkan teori dan keterampilan pertolongan pertama. Lebih dari itu, ia ingin menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian, kedisiplinan, keberanian, dan semangat membantu sesama kepada anak-anak yang dibinanya.

    Hadir dalam Berbagai Penugasan Kemanusiaan

    Pengabdian Kak Noor sebagai relawan PMI juga diwujudkan melalui berbagai penugasan kemanusiaan.

    Ia pernah terlibat dalam penugasan PMI dalam berbagai situasi bencana, di antaranya gempa bumi Yogyakarta, erupsi Gunung Merapi, tsunami Selat Sunda di Banten, dan berbagai kegiatan kemanusiaan lainnya.

    Puluhan tahun perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi seseorang untuk berbuat sesuatu yang berarti.

    Pesan untuk Generasi Muda

    Perjalanan panjang Kak Noor memberikan sebuah pelajaran sederhana namun sangat berarti: jangan menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk berhenti melangkah.

    Justru dengan keterbatasan yang dimiliki, seseorang dapat menemukan kekuatan, keberanian, dan kepercayaan diri untuk terus berkembang.

    Di akhir percakapan, Kak Noor menyampaikan sebuah kalimat yang sederhana tetapi penuh makna:

    “Membantu sesama adalah kewajiban kita.”

    Semoga kisah perjalanan Kak Noor ini dapat menjadi inspirasi bagi para adik asuhnya dan generasi muda untuk terus belajar, berani berkarya, serta tidak mudah menyerah dengan keadaan.

    Karena pada akhirnya, prestasi bukan hanya tentang seberapa banyak yang kita capai untuk diri sendiri, tetapi juga tentang seberapa banyak manfaat yang dapat kita berikan kepada orang lain.

    (ADS/74357089)