Category: Berita PMR

  • PMI Jakarta Pusat Gelar Orientasi Pembina PMR untuk Peningkatan Kapasitas SDM

    PMI Jakarta Pusat Gelar Orientasi Pembina PMR untuk Peningkatan Kapasitas SDM

    Jakarta — (27/8/2025), Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Pusat sukses menggelar acara orientasi untuk para Pembina Palang Merah Remaja (PMR). Bertempat di Hotel Horison Balairung Jakarta, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di kalangan PMR wilayah Jakarta Pusat.

    Acara ini dihadiri oleh 50 pembina PMR dari berbagai sekolah di Jakarta Pusat. Ketua PMI Kota Jakarta Pusat, Bapak H. Asep Djuanda, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran pembina dalam membentuk karakter dan keterampilan para anggota PMR.

    “Para pembina adalah ujung tombak dalam menciptakan generasi muda yang berjiwa kemanusiaan. Melalui kegiatan ini, kami berharap para pembina mendapatkan wawasan dan bekal yang lebih baik untuk membimbing adik-adik PMR,” ujar beliau.

    Selama sehari penuh, para peserta mendapatkan materi komprehensif yang disampaikan oleh para ahli di bidangnya. Materi yang diberikan mencakup berbagai aspek, Implementasi Sidanira pada kegiatan Ekstrakurikuler PMR di Sekolah, kepalangmerahan, hingga program kegiatan PMR dan kurikulum PMR. Para pembina juga diajak untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman seputar tantangan dan solusi dalam membina PMR di lingkungan sekolah masing-masing.

    H. Syamsul Qomar, ketua PMR PMI Jakarta Pusat, mengungkapkan rasa bangga kepada pembina PMR karena melihat antusiasme dan komitmen pada kegiatan ini.

    “Saya sangat senang melihat antusiasme dan komitmen yang luar biasa dari para pembina PMR dalam acara orientasi hari ini. Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan rutin, tetapi sebuah investasi jangka panjang untuk masa depan PMI Jakarta Pusat. Para pembina adalah kunci utama dalam membentuk karakter dan keterampilan anggota PMR, yang merupakan generasi penerus dalam gerakan kemanusiaan” katanya.

    Dengan berakhirnya acara orientasi ini, PMI Jakarta Pusat berharap para pembina PMR dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk membina anggota PMR agar semakin kompeten. Peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat melahirkan anggota PMR yang tidak hanya terampil dalam kegiatan kepalangmerahan, tetapi juga memiliki jiwa sosial dan kepedulian tinggi terhadap sesama.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PMI Jakarta Pusat untuk terus mendukung dan memperkuat gerakan kepalangmerahan di kalangan remaja, yang merupakan salah satu pilar penting dalam mewujudkan misi kemanusiaan.

  • Perjuangan Palang Merah Indonesia untuk mudik yang sehat di Stasiun Gambir

    Perjuangan Palang Merah Indonesia untuk mudik yang sehat di Stasiun Gambir

    Ribuan pemudik mengisi Stasiun Gambir dengan keinginan untuk segera bertemu keluarga mereka di kampung halaman mereka pada H-3 Lebaran 2025.

    Saat antrean tiket mengular dan suara pengumuman keberangkatan kereta bersahutan, keramaian semakin menjadi-jadi.


    Sosok-sosok berbaju merah terlihat selalu siaga di tengah keramaian itu. Mereka tidak berencana untuk pulang, tetapi sebaliknya harus bertahan untuk memastikan pemudik tetap sehat dan aman saat pergi ke rumah.

    Sosok-sosok berseragam merah itu adalah petugas Palang Merah Indonesia (PMI), yang merupakan bagian penting dari upayanya untuk memastikan mudik yang aman dan sehat.

    Supriyatna, petugas ambulans PMI, sudah bersiap di antara mereka sejak pagi di stasiun. Saat arus mudik tahun ini, dia bertugas di posko PMI Stasiun Gambir untuk kesepuluh kalinya.

    Mereka yang bekerja di PMI, seperti Supriyatna, harus selalu siaga. seperti yang terjadi siang itu ketika seorang pria tiba-tiba jatuh terduduk di peron. Ketika keringat dingin mengalir di pelipisnya, wajahnya menjadi cerah.


    Dengan cepat, Supriyatna dan rekannya membopong pria itu ke posko untuk diperiksa. Akibat kelelahan dan tidak makan sejak pagi, pria itu ternyata mengalami tekanan darah rendah. Akhirnya, pria itu bisa melanjutkan perjalanan setelah mendapatkan perawatan dan beristirahat sejenak.

    Bagi Supriyatna, tetap siaga di stasiun saat arus mudik adalah panggilan hati dan bukan sekadar tugas. Meskipun dia tidak bisa mudik lebih awal daripada kebanyakan orang, dia tidak berkecil hati dan tetap memilih berjaga untuk memastikan para pemudik sampai ke tujuan dalam kondisi sehat.

    Setiap tahun, keluhan pemudik yang paling umum adalah kelelahan, dehidrasi, dan tekanan darah tinggi.


    Banyak pemudik berangkat tanpa persiapan yang cukup; mereka kurang tidur, minum terlalu sedikit, dan berdiri terlalu lama dalam antrean. Tidak jarang, keadaan ini menyebabkan mereka runtuh sebelum sempat naik kereta.

    Cuaca panas dan orang banyak di stasiun juga meningkatkan risiko. Selain itu, seorang pemudik yang memiliki riwayat penyakit jantung mendapatkan pertolongan pertama sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit terdekat.

    Sukses dan kesulitan dalam pekerjaan

    Tidak mudah bagi Supriyatna dan rekan-rekannya untuk melakukan tugas saat arus mudik. Jadwal yang padat, kurang istirahat, dan harus selalu bekerja membuat Anda merasa lelah.


    Semangatnya tetap hidup meskipun dia lelah. Ia menyadari bahwa menunjukkan kelelahan tidak bijaksana dalam situasi seperti ini. Dia menyatakan bahwa menjaga ritme antara kerja dan istirahat adalah penting untuk tetap bugar.

    Dia juga mengatakan bahwa bertugas di tengah hiruk-pikuk stasiun menjelang Lebaran bukan hanya pekerjaan. Dalam dirinya ada dorongan kuat yang mendorongnya untuk melakukan tugas dengan sepenuh hati.

    Ada kepuasan batin yang sulit dijelaskan dengan kata-kata, tetapi tidak ada imbalan materi atau tepuk tangan hangat. Dia sangat senang melihat pemudik dapat melanjutkan perjalanan dengan sehat.


    “Lebaran memang tentang pulang dan berkumpul dengan keluarga, tapi bagi kami, kebahagiaan itu juga terasa ketika bisa membantu mereka sampai dengan selamat,” kata Supriyatna dengan senyum.

    Salah satu momen yang paling membekas baginya adalah ketika seorang pemudik yang dia bantu tahun lalu kembali menemui tim PMI; pemudik itu datang untuk mengucapkan terima kasih, bukan untuk meminta bantuan.

    Moment-moment seperti itulah yang membuat Supriyatna dan rekannya tetap bersemangat untuk menyelesaikan tugas. Meskipun mereka harus melewatkan waktu bersama keluarga, mereka menyadari bahwa tindakan mereka adalah bagian penting dari perjalanan mudik yang aman dan sehat.

    Mereka tetap berjaga hingga malam tiba dan arus manusia tidak juga surut. Mereka tetap hidup di tengah gelombang orang yang ingin pulang. Mereka telah berusaha keras untuk membantu pemudik selama mudik Lebaran.

    Mereka bekerja tanpa pamrih dan sering mengorbankan waktu untuk bersama keluarga untuk memastikan semua pemudik sampai dengan selamat. Orang-orang yang pergi ke kampung halaman merasa aman dan nyaman karena mereka ada di posko kesehatan.

    Posko kesehatan Stasiun Gambir beroperasi setiap hari dari H-7 hingga H+7 Lebaran, atau dari 24 Maret hingga 8 April 2025. Posko ini melayani penumpang selama 24 jam untuk menangani keluhan kesehatan mereka, termasuk pemeriksaan tekanan darah dan penanganan keluhan ringan.

    Kerja sama antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Daop 1 Jakarta dengan berbagai lembaga kesehatan, seperti Puskesmas Gambir, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat, PMI, dan Pusat Krisis dan Kegawatdaruratan Kesehatan Daerah (PK3D) DKI Jakarta, memungkinkan operasional posko kesehatan ini. Dengan bekerja sama, kami dapat memastikan bahwa posko memiliki tenaga medis yang kompeten dan fasilitas yang memadai untuk memberikan layanan terbaik kepada pemudik.

    Selama arus mudik, MI Kota Jakarta Pusat memberikan layanan kesehatan yang sangat penting. Stasiun Gambir, Pasar Senen, dan Tanah Abang adalah beberapa lokasi penting di mana mereka membangun pos pertolongan pertama. Sebanyak 76 relawan, termasuk dokter dan paramedis, ditugaskan untuk memberikan layanan medis kepada para pemudik. Mereka ditugaskan dari H-3 atau 28 Maret hingga H+4 atau 4 April 2025.

    Dengan adanya layanan pos kesehatan ini, para pemudik diharapkan dapat menjalani perjalanan mereka dengan lebih tenang dan yakin tentang kesehatan mereka, sehingga mereka dapat merayakan Lebaran dengan bahagia bersama keluarga.

  • PMI Kota Jakarta Pusat Lantik Pengurus PMI Kecamatan dan Relawan

    PMI Kota Jakarta Pusat Lantik Pengurus PMI Kecamatan dan Relawan

    Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Pusat H. Soewardi Sulaiman melantik pengurus PMI kecamatan Kota Jakarta Pusat masa bakti tahun 2023-2028 dan  Tenaga Sukarela, Korps Sukarela, FKPT dan FORFIS masa bakti 2024–2026 di di Ruang Serbaguna Utama, Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Jalan Tanah Abang I, Gambir, Kamis (7/3).
    Dhany Sukma dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus jajaran PMI tingkat kecamatan kota Jakarta Pusat yang hari ini resmi dilantik, diharapkan bisa memberikan respon dan meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
    “Saya mengucapkan selama atas dilantiknya sebagai jajaran kepengurusan PMI Jakarta Pusat ini merupakan tugas dan amanah yang sangat mulia, karena yang kita lakukan sesungguhnya bertujuan untuk memberikan yang terbaik bagi warga masyarakat maupun lingkungan,” ucapnya,
    Menurutnya, PMI dan PMR mampu untuk mengurangi resiko bencana. Tentu ini menjadi sebuah ajang dan mengasah kapasitas kepemimpinan dan karakter kepemimpinan melalui aktivitas sosial.
    “Kita bersyukur bahwa adik-adik terpilih untuk menjadi pengurus PMR lingkup Kota Administrasi Jakarta Pusat, diharapkan bisa memanfaatkan ini untuk mengasah kepedulian kita terhadap sesama, dan bisa meminimalisir resiko bencana,” katanya.
    Dhany menambahkan, bagi anggota yang baru dilantik harus menjunjung tinggi semangat kemanusiaannya tanpa ada diskriminasi, dan siapapun orangnya ketika membutuhkan pertolongan maka harus bisa meresponnya dengan cepat.
    “Semangat yang ingin kita tampilkan adalah semangat kepedulian, jika memiliki rasa kepedulian yang sangat tinggi maka orang lain juga akan merespon balik kepedulian yang kita miliki untuk kita terapkan di lingkungan yang lebih luas lagi. Mudah-mudahan tugas dan amanah yang dijalankan ini dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan manusia dan aspek kemanusiaan,” harapnya.