Tag: bulan dana

  • PMI Jakpus Luncurkan Bulan Dana 2026, Targetkan Penggalangan Rp5,5 M

    PMI Jakpus Luncurkan Bulan Dana 2026, Targetkan Penggalangan Rp5,5 M

    Jakarta — Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Pusat resmi meluncurkan Bulan Dana PMI Kota Jakarta Pusat Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat dukungan masyarakat terhadap keberlanjutan pelayanan kemanusiaan.

    Kegiatan Bulan Dana PMI tahun ini dilaksanakan selama tiga bulan, mulai 1 September hingga 30 November 2026, dengan target perolehan dana bersih sebesar Rp5,5 miliar.

    Peluncuran tersebut menjadi momentum untuk mengajak seluruh elemen masyarakat di Jakarta Pusat memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama.

    Dukungan penggalangan dana akan melibatkan masyarakat melalui RT dan RW, kelurahan, kecamatan, ASN, kementerian dan lembaga negara, dunia usaha, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.

    Ketua PMI Kota Jakarta Pusat H. Asep Djuanda Sunarya mengatakan, Bulan Dana PMI bukan sekadar kegiatan pengumpulan dana, tetapi merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pelayanan kemanusiaan PMI kepada masyarakat.

    “Target Rp5,5 miliar bukan sekadar angka. Di balik target tersebut terdapat kebutuhan untuk memastikan PMI tetap siap memberikan pelayanan ketika masyarakat membutuhkan pertolongan,” ujarnya.

    Dana yang dihimpun melalui Bulan Dana PMI Tahun 2026 akan digunakan untuk mendukung berbagai program kemanusiaan pada tahun 2027.

    Program tersebut meliputi tanggap darurat bencana, pelayanan kesehatan, pelayanan ambulans, klinik dan pos P3K, pembinaan Palang Merah Remaja (PMR) dan relawan, pengembangan organisasi, serta kesiapsiagaan menghadapi dampak kekeringan.

    Selain program pelayanan, dana tersebut juga mendukung operasional markas PMI, termasuk kebutuhan personel, perawatan gedung, kendaraan dan ambulans, serta kebutuhan operasional lainnya.

    PMI Kota Jakarta Pusat menegaskan bahwa dukungan masyarakat melalui Bulan Dana memberikan manfaat nyata melalui berbagai pelayanan kemanusiaan.

    Sampai dengan Juni tahun 2026, PMI Kota Jakarta Pusat telah memberikan pelayanan ambulans kepada 2.069 pasien dan memberikan 112 layanan mobil jenazah.

    Dalam penanganan tanggap darurat kebakaran, PMI juga mendistribusikan berbagai bantuan kepada penyintas, antara lain 5.410 box nasi, 613 school kit, 472 hygiene kit, 465 family kit, serta 62 terpal. Di bidang pelayanan sosial, PMI Kota Jakarta Pusat melalui program Ramadhan Berbagi telah menyalurkan 2.848 paket sembako kepada masyarakat kurang mampu.

    Sementara itu, dalam mendukung gerakan Jaga Jakarta Bersih, PMI mendistribusikan 1.000 cangkul, 980 sekop, 198 gerobak troli, 500 box masker, dan 1.000 karung untuk mendukung kegiatan kebersihan masyarakat.

    “Data tersebut menjadi bukti bahwa dukungan yang diberikan masyarakat melalui Bulan Dana PMI kembali kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan dan aksi nyata kemanusiaan,” kata Ketua PMI Kota Jakarta Pusat.

    Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin, M.A.P. mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat, dunia usaha, kementerian dan lembaga negara, serta masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan Bulan Dana PMI Tahun 2026.

    Menurutnya, PMI merupakan salah satu mitra strategis pemerintah dalam memberikan pelayanan kemanusiaan, khususnya dalam menghadapi kondisi kedaruratan dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

    “Bulan Dana PMI jangan dipandang hanya sebagai kegiatan pengumpulan dana. Ini merupakan gerakan gotong royong dan kepedulian kemanusiaan. Apa yang kita berikan akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan,” ujarnya.

    Ia juga mendorong para camat dan lurah untuk turut menyosialisasikan Bulan Dana PMI kepada masyarakat serta membangun kolaborasi dengan berbagai unsur di wilayah masing-masing.

    PMI Kota Jakarta Pusat berharap pelaksanaan Bulan Dana Tahun 2026 dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat.

    Dengan dukungan seluruh pihak, target Rp5,5 miliar diharapkan dapat tercapai sehingga PMI memiliki kapasitas yang semakin kuat untuk memberikan pelayanan kemanusiaan sepanjang tahun.

    “Mari kita jadikan Bulan Dana PMI Tahun 2026 sebagai gerakan bersama untuk memperkuat kepedulian, gotong royong dan pelayanan kemanusiaan di Jakarta Pusat,” demikian disampaikan dalam peluncuran tersebut.

  • Semua Bisa Bantu Masyarakat; Refleksi Bulan Dana PMI Jakarta Tahun 1972

    Semua Bisa Bantu Masyarakat; Refleksi Bulan Dana PMI Jakarta Tahun 1972

    Kegiatan kemanusiaan tidak selalu lahir dari aksi-aksi besar. Sering kali, ia berawal dari langkah yang sangat sederhana: sebuah kaleng donasi di persimpangan jalan, tangan-tangan kecil yang dengan tulus mengulurkannya kepada para pengguna jalan, serta semangat para pelajar yang rela berdiri di bawah terik matahari demi membantu sesama.

    Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) merupakan salah satu contoh nyata bagaimana kepedulian masyarakat dapat dihimpun menjadi kekuatan besar untuk mendukung berbagai layanan kemanusiaan.

    Sejak pertama kali dilaksanakan di Jakarta pada tahun 1972, Bulan Dana menjadi gerakan yang melibatkan banyak unsur masyarakat, termasuk para anggota Palang Merah Remaja (PMR) yang menjadi ujung tombak penggalangan dana.

    Pada masa itu, metode penggalangan dana masih sangat sederhana. Para relawan membawa kaleng donasi dan mengedarkannya di setiap persimpangan jalan ketika lampu lalu lintas berwarna merah.

    Para pengguna kendaraan yang sedang berhenti menjadi bagian dari gerakan gotong royong tersebut melalui sumbangan sukarela.

    Berbeda dengan kondisi saat ini, kegiatan penggalangan dana di jalan raya pada masa itu masih diperbolehkan, sehingga interaksi antara relawan dan masyarakat berlangsung secara langsung. Cara sederhana tersebut justru mampu membangun kedekatan sekaligus menumbuhkan budaya berbagi di tengah masyarakat.

    Pelaksanaan Bulan Dana berlangsung selama kurang lebih tiga bulan, mulai September hingga akhir November. Para anggota PMR dari berbagai sekolah di Jakarta bertugas secara bergantian di sejumlah titik yang telah ditentukan. Bagi kami, kegiatan ini bukanlah sebuah beban. Justru menjadi pengalaman yang menyenangkan dan penuh makna.

    Setiap selesai bertugas, bentuk apresiasi yang kami terima sangat sederhana, seperti sepotong roti atau diantar pulang menggunakan ambulans PMI. Hal-hal kecil seperti itulah yang membuat semangat tetap terjaga. Kami merasa dihargai, sekaligus bangga karena dapat mengambil bagian dalam sebuah gerakan kemanusiaan.

    Ada pula pengalaman yang hingga kini masih membekas dalam ingatan. Setelah seluruh rangkaian Bulan Dana selesai, kami diajak mengikuti kegiatan rekreasi bersama anggota PMR dari berbagai sekolah di Jakarta ke Kota Bandung menggunakan kereta api.

    Selama di sana kami menginap di barak tentara dan mengikuti berbagai kegiatan kebersamaan. Perjalanan tersebut bukan sekadar rekreasi, tetapi menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, membangun solidaritas, dan menumbuhkan rasa bangga sebagai bagian dari keluarga besar PMI.

    Dana yang berhasil dihimpun melalui Bulan Dana tidak berhenti sebagai angka dalam laporan keuangan. Seluruhnya kembali kepada masyarakat melalui berbagai layanan kemanusiaan, seperti penanggulangan bencana, pelayanan ambulans dan kesehatan, serta pembinaan generasi muda melalui kegiatan Palang Merah Remaja.

    Dengan kata lain, setiap rupiah yang dimasukkan masyarakat ke dalam kaleng donasi benar-benar kembali kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan yang nyata.

    Pengalaman tersebut meninggalkan pelajaran yang sangat berharga. Kepedulian tidak ditentukan oleh besar kecilnya kemampuan seseorang, melainkan oleh kemauan untuk berbuat. Anak-anak sekolah dapat menyumbangkan tenaga dan waktunya sebagai relawan.

    Para pengguna jalan dapat berpartisipasi melalui donasi. Masyarakat dapat membantu sesuai dengan kemampuan masing-masing. Ketika setiap orang mengambil peran, sekecil apa pun kontribusinya, dampak yang dihasilkan akan menjadi sangat besar.

    Kini, cara menggalang dana mungkin telah berubah. Teknologi berkembang, metode semakin modern, dan berbagai aturan pun terus menyesuaikan zaman. Namun, nilai yang mendasarinya tetap sama: semangat gotong royong, kepedulian, dan keinginan untuk membantu sesama.

    Bulan Dana PMI Jakarta pada tahun 1972 menjadi pengingat bahwa gerakan kemanusiaan tidak selalu membutuhkan fasilitas yang mewah atau teknologi yang canggih.

    Berbekal sebuah kaleng donasi, semangat para relawan muda, dan kepercayaan masyarakat, ribuan aksi kemanusiaan dapat diwujudkan. Dari pengalaman itulah saya belajar bahwa membantu sesama bukanlah tentang seberapa besar yang kita miliki, melainkan seberapa besar kepedulian yang kita berikan.

    Karena pada akhirnya, semua bisa bantu masyarakat.

    Oleh: Kang Ajun
    PMR Inti Angkatan 3/1974
    NIA : 74357089

  • PMI Kota Jakpus Resmi Tutup Bulan Dana 2025, Apresiasi Solidaritas dan Kepedulian Masyarakat

    PMI Kota Jakpus Resmi Tutup Bulan Dana 2025, Apresiasi Solidaritas dan Kepedulian Masyarakat

    Jakarta – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Pusat secara resmi menutup rangkaian kegiatan Bulan Dana PMI Tahun 2025 dalam sebuah acara yang diselenggarakan di Ruang Pola Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Senin (22/12/2025).

    Acara penutupan ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat selaku Ketua Panitia Bulan Dana PMI Kota Jakarta Pusat, para Suku Dinas (Sudin) dan UKPD di jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat, Ketua PMI Provinsi DKI Jakarta, para camat dan lurah se-Jakarta Pusat, ketua-ketua PMI kecamatan, serta sejumlah undangan lainnya.

    Ketua PMI Kota Jakarta Pusat, H. Asep Djuanda, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan Bulan Dana PMI Jakarta Pusat Tahun 2025.

    Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan Bulan Dana ini merupakan hasil kerja sama, kolaborasi, dan kepedulian berbagai elemen masyarakat, pemerintah, serta mitra PMI.

    “Capaian Bulan Dana PMI Jakarta Pusat tahun ini tidak lepas dari dukungan semua pihak. Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan kepercayaan yang diberikan kepada PMI untuk terus menjalankan misi kemanusiaan,” ujar H. Asep Djuanda.

    Apresiasi juga disampaikan oleh perwakilan PMI Provinsi DKI Jakarta yang diwakili oleh Wakil Sekretaris, Drs. Bambang Sutarno, M.M. Ia menyampaikan penghargaan atas upaya PMI Kota Jakarta Pusat dalam menghimpun dana Bulan Dana PMI.

    Menurutnya, capaian tersebut merupakan wujud nyata kepedulian, gotong royong, dan solidaritas masyarakat Jakarta Pusat.

    “Dengan capaian Bulan Dana ini, PMI ke depan akan semakin siap dan kuat dalam memberikan bantuan serta pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.

    Sambutan sekaligus penutupan acara disampaikan oleh Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat selaku Ketua Panitia Bulan Dana PMI Kota Jakarta Pusat.

    Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung pelaksanaan Bulan Dana PMI 2025.

    Ia juga mengapresiasi kinerja PMI Kota Jakarta Pusat yang selama ini dinilai selalu sigap dan hadir di tengah masyarakat.

    “Dalam berbagai situasi, termasuk saat terjadi bencana kebakaran, PMI selalu hadir di garda terdepan membantu warga penyintas,” ujarnya.

    Rangkaian acara penutupan Bulan Dana PMI Kota Jakarta Pusat Tahun 2025 ditutup dengan pengumuman serta pemberian piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi kepada lembaga dan instansi dengan capaian pengumpulan dana terbaik, sebagai motivasi untuk terus menumbuhkan semangat kepedulian dan kemanusiaan di Jakarta Pusat.

  • PMI Jakpus Sosialisasikan Bulan Dana ke Pengelola Pasar

    PMI Jakpus Sosialisasikan Bulan Dana ke Pengelola Pasar

    Jakarta – Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Pusat, Senin (13/10/2025), mensosialisasikan penggalangan Bulan Dana kepada pengelola pasar tradisional yang dikelola Perumda Pasar Jaya.

    Kegiatan yang diadakan di Ruang Pola Kantor Wali Kota Jakarta Pusat ini, dihadiri Wakil Wali Kota Eric PZ Lumbun dan perwakilan 38 pengelola pasar tradisional.

    Dalam arahannya, Eric PZ Lumbun mengatakan, PMI merupakan garda terdepan kemanusiaan di Jakarta mulai dari donor darah, penanggulangan bencana hingga berbagai kegiatan sosial untuk membantu masyarakat.

    “Dalam melaksanakan operasional, PMI Jakarta Pusat membutuhkan bantuan tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga dunia usaha dan masyarakat,” ujar Eric. 

    Melalui Bulan Dana PMI ini, Eric mengajak pelaku usaha dan pengelola pasar tradisional untuk ikut berpartisipasi membantu PMI. 

    “Partisipasi pelaku usaha sangat strategis untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan dari PMI,” ungkapnya. 

    “Setiap rupiah yang terkumpul merupakan wujud nyata solidaritas kemanusiaan,” tegasnya.

    Sementara Ketua PMI Jakarta Pusat, Asep Djuanda memaparkan, pihaknya menargetkan raihan Bulan Dana 2025 bisa mencapai Rp 10 miliar.

    “Hingga hari ini, capaian bulan dana PMI 2025 di Jakarta Pusat sudah mencapai Rp 2,8 miliar,” paparnya. 

    Ia menambahkan, dana yang terkumpul melalui Bulan Dana PMI akan dipergunakan untuk membiayai kegiatan PMI selama 2026. 

    “Kami memiliki empat kegiatan di antaranya donor darah, pelayanan kesehatan, kebencanaan, pembinaan Palang Merah Remaja (PMR) dan Relawan,” tutupnya. 

  • PMI Garda Terdepan Kemanusiaan: Ketua PMI Jakpus Sampaikan Ambulans Gratis untuk Masyarakat

    PMI Garda Terdepan Kemanusiaan: Ketua PMI Jakpus Sampaikan Ambulans Gratis untuk Masyarakat

    Jakarta – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Pusat menegaskan perannya sebagai garda terdepan kemanusiaan, dengan salah satu layanan unggulan berupa ambulans gratis untuk masyarakat.

    Hal ini disampaikan oleh Ketua PMI Jakarta Pusat dalam presentasinya pada acara penyerahan donasi MNC Peduli kepada PMI Jakpus di Luminor Hotel, Selasa,(23/9/2025).

    Dalam paparannya, Ketua PMI Jakarta Pusat menjelaskan bahwa seluruh hasil dari Bulan Dana PMI, termasuk donasi dari berbagai pihak seperti MNC Peduli, akan sepenuhnya dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan kemanusiaan.

    “Setiap donasi yang kami terima akan kami kelola untuk berbagai program kemanusiaan. Kami pastikan dana tersebut kembali kepada masyarakat dalam bentuk program-program yang nyata dan bermanfaat,” ujarnya.

    Salah satu program yang menjadi fokus utama adalah penyediaan layanan ambulans gratis. Layanan ini dapat diakses oleh seluruh warga Jakarta Pusat yang membutuhkan, tanpa dipungut biaya.

    “Layanan ambulans gratis ini adalah wujud komitmen kami untuk memastikan tidak ada warga yang kesulitan mendapatkan pertolongan pertama, terutama dalam kondisi darurat medis,” tambahnya.

    Ketua PMI Jakarta Pusat juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung PMI.

    “Dengan berdonasi, Para Bapak dan Ibu bukan hanya membantu kami, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan,” tutupnya.

  • Walikota Jakarta Pusat Ajak Warga, PNS, dan Pengusaha Berdonasi di Bulan Dana PMI

    Walikota Jakarta Pusat Ajak Warga, PNS, dan Pengusaha Berdonasi di Bulan Dana PMI

    Jakarta – Walikota Administrasi Jakarta Pusat, Arifin, mengajak seluruh lapisan masyarakat, mulai dari warga, Pegawai Negeri Sipil (PNS), hingga para pengusaha untuk ikut serta dalam gerakan Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI).

    Ajakan ini disampaikan dalam acara penyerahan bantuan kemanusiaan dari MNC Peduli di Luminor Hotel, Pecenongan, pada Selasa, (23/9/2025).

    Arifin menekankan pentingnya peran serta semua pihak dalam mendukung operasional PMI, yang selama ini menjadi garda terdepan dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.

    “Selama ini PMI sudah banyak membantu warga, malai dari kebakaran yang kerap kali melanda, PMI selalu sigap dan cepat di garda terdepan untuk menolong,” ujar Arifin.

    Menurutnya, donasi yang terkumpul selama Bulan Dana PMI akan digunakan untuk berbagai program strategis, termasuk penanganan bencana, pelayanan kesehatan, serta penyediaan stok bantuan untuk membantu masyarakat.

    “Setiap rupiah yang disumbangkan sangat berarti untuk kelangsungan misi kemanusiaan PMI. Mari kita tunjukkan kepedulian kita dengan berdonasi,” tambahnya.

    Acara tersebut juga menjadi momen simbolis di mana MNC Peduli menyerahkan donasi sebesar Rp 50 juta, yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi entitas lain untuk ikut berpartisipasi.

    Partisipasi aktif dari berbagai pihak, baik individu maupun korporasi, diharapkan dapat memastikan PMI Jakarta Pusat terus menjalankan tugas-tugas kemanusiaannya secara optimal dan berkelanjutan.

  • PMI Jakarta Pusat Terima Bantuan Kemanusiaan dari MNC Peduli

    PMI Jakarta Pusat Terima Bantuan Kemanusiaan dari MNC Peduli

    Jakarta – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Pusat menerima bantuan kemanusiaan sebesar Rp 50 juta dari MNC Peduli. Donasi ini diserahkan pada Selasa, (23/9/2025), dalam sebuah acara di Luminor Hotel, Pecenongan, Gambir.

    Bantuan diserahkan langsung oleh Jessica Tanoesoedibjo selaku Ketua Harian MNC Peduli kepada Eric PZ Lumbun, Wakil Walikota Administrasi Jakarta Pusat sekaligus Ketua Bulan Dana PMI Kota Jakarta Pusat. Acara ini merupakan bagian dari Bulan Dana PMI yang bertujuan menggalang dukungan untuk operasional dan program kemanusiaan.

    Turut hadir dalam acara tersebut Walikota Jakarta Pusat Arifin, Ketua PMI Jakarta Pusat H. Asep Djuanda, serta perwakilan aparatur pemerintahan dan para pengusaha se-Jakarta Pusat.

    Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan sinergi kuat antara lembaga swasta, pemerintah, dan komunitas dalam mendukung misi kemanusiaan.

    Walikota Jakarta Pusat Arifin menyampaikan apresiasinya atas kepedulian MNC Peduli. “Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Donasi ini akan sangat membantu PMI dalam menjalankan berbagai program kemanusiaan dan pelayanan kepada masyarakat, terutama di wilayah Jakarta Pusat,” ujarnya.

    Donasi ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas PMI Jakarta Pusat dalam berbagai layanan, seperti penanganan bencana, pelayanan donor darah, dan kegiatan sosial lainnya.

    Kerja sama ini menjadi contoh nyata kolaborasi strategis antara sektor swasta dan organisasi kemanusiaan dalam membangun masyarakat yang lebih tangguh dan peduli.