Aku & PMR H. Asep Djuanda

Oleh : H. Asep Djuanda

Sewaktu aku duduk di bangku kelas 7 sebuah sekolah menengah di kawasan Gunung Sahari Kemayoran, ada pengumuman oleh seorang guru Aljabar waktu itu Pak Subur namanya.

Beliau menawarkan dan mengajak para murid untuk mengikuti sebuah kegiatan ekstra kurikuler Palang Merah Remaja.

Buat aku kegiatan itu asing dan tidak ada sedikitpun berkeinginan untuk mengikuti ajakan tersebut. Namun keesokan harinya guru tersebut terus mengajak dan kali ini bukan lagi tawaran tapi dengan “paksaan” harus mengikuti ekskul tersebut.

Mau tidak mau aku ikuti ajakan itu, dan ternyata setelah beberapa kali mengikuti materi yang diajarkan para pelatih lambat laun menjadi terbiasa dan asyik untuk diikuti. Sampai ada rasa sayang bila pertemuan pelatihan tidak diikuti.

Banyak sekali pelatihan yang membuat aku memahami bagaimana cara menolong orang yang luka, pingsan, balut bidai dan sebagainya.

Kegigihan aku mengikuti pelatihan tersebut membawa aku terpilih untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan ke jenjang yang lebih tinggi dan formal yakni PMR Inti angkatan ke 3. Dari sekolahku aku dan Rostiana yang terpilih dari sekian banyak murid yang mengikuti ekskul PMR.

Dalam pelatihan ini diwajibkan mengikuti pelatihan setiap pulang sekolah selama 6 bulan di kelas, sementara praktek dilapangan selama 7 hari di pusat diklat kesehatan angkatan darat di daerah Kramatjati.

Alhamdulillah selesai dan dinyatakan lulus untuk selanjutnya dilantik menjadi PMR Inti angkatan ke 3 dengan nomor induk 74357089.

Dari sinilah kreativitas dan motivasi untuk terus mengembangkan ekskul PMR mulai terpatri. Banyak yang telah aku lakukan untuk mentransformasikan keilmuan tentang kepalangmerahan kepada adik adik PMR disekolah.

Pengalaman pelatihan yang begitu keras dan disiplin menjadikan kebiasaan perilaku hidup aku, dan dari sinilah aku mampu mengaktualisasikannya dalam kehidupan di masyarakat. I love PMR, I miss you. (HADS/02.03.2026)