Author: PMI Kota Jakarta Pusat

  • PMI Jakpus Ikuti Apel Operasi Dampak Kekeringan Ekstrem El Nino 2026

    PMI Jakpus Ikuti Apel Operasi Dampak Kekeringan Ekstrem El Nino 2026

    Jakarta, – (30/06/2026) PMI Kota Jakarta Pusat turut mengikuti Apel Operasi Dampak Kekeringan Ekstrem Akibat El Nino 2026 yang diselenggarakan oleh PMI Pusat di Gudang Darurat PMI Pusat Jakarta.

    Apel tersebut menjadi bentuk kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi potensi krisis air bersih akibat musim kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino.

    Dalam apel tersebut, Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, mengumumkan kesiapan 200 unit mobil tangki air yang akan dikerahkan untuk membantu masyarakat terdampak kekeringan di berbagai wilayah Indonesia.

    “Kami menggerakkan 200 mobil tangki air untuk membantu masyarakat yang mengalami kekurangan air bersih akibat kekeringan,” kata dia.

    Pengerahan armada ini merupakan bagian dari strategi kesiapsiagaan bencana berbasis prakiraan guna memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.

    Sebagai tahap awal, distribusi bantuan akan diprioritaskan ke delapan provinsi yang diperkirakan mengalami dampak kekeringan paling berat, yaitu Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

    Seluruh proses penyaluran bantuan akan dilakukan melalui koordinasi bersama pemerintah daerah dan BPBD agar bantuan dapat diterima secara cepat dan tepat sasaran.

    Kepala Markas PMI Kota Jakarta Pusat, Gunadi Al Afadjari, menyampaikan bahwa PMI Kota Jakarta Pusat mendukung penuh langkah yang diambil PMI Pusat dalam mengantisipasi dampak kekeringan ekstrem.

    Menurutnya, kesiapsiagaan tidak hanya dilakukan ketika bencana terjadi, tetapi juga dimulai sejak adanya prediksi potensi bencana.

    “Apel kesiapsiagaan ini menjadi pengingat bagi seluruh jajaran PMI untuk selalu siap memberikan pelayanan kemanusiaan. PMI Kota Jakarta Pusat mendukung penuh operasi nasional ini dan siap mengerahkan sumber daya yang dimiliki apabila dibutuhkan ” ujar Gunadi Al Afadjari.

    PMI mencatat peningkatan kapasitas operasi dibandingkan penanganan kekeringan tahun 2023. Saat itu, sebanyak 126 mobil tangki berhasil mendistribusikan lebih dari 100 juta liter air bersih kepada masyarakat.

    Pada tahun 2026, jumlah armada yang disiagakan meningkat menjadi 200 unit sebagai bentuk penguatan kapasitas operasi kemanusiaan menghadapi ancaman kekeringan yang diperkirakan berlangsung pada puncak musim kemarau, yakni Juli hingga September.

    Melalui kesiapsiagaan yang terencana dan sinergi dengan berbagai pihak, PMI berkomitmen untuk terus hadir memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang terdampak bencana, sekaligus memastikan kebutuhan dasar berupa air bersih dapat terpenuhi selama masa kekeringan.

  • PMI Jakpus Gelar Jumtek 2026, Wadah Penguatan Relawan Humanis dan Adaptif di Era Digital

    PMI Jakpus Gelar Jumtek 2026, Wadah Penguatan Relawan Humanis dan Adaptif di Era Digital

    Jakarta, – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Pusat menggelar kegiatan Jumpa Bakti Gembira dan Temu Karya (Jumtek) 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (23/6/2026).

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin, Ketua PMI DKI Jakarta H. Beky Mardani, Ketua PMI Kota Jakarta Pusat H. Asep Djuanda, serta para pemangku kepentingan, pembina PMR, relawan, dan tamu undangan lainnya.

    Dalam sambutannya, Ketua PMI Kota Jakarta Pusat H. Asep Djuanda menyampaikan bahwa seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini tanpa dipungut biaya sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat dan pihak sekolah yang telah berpartisipasi serta memberikan dukungan pada Bulan Dana PMI Tahun 2025.

    “Kegiatan ini dapat terlaksana tanpa membebani peserta karena adanya dukungan masyarakat dan sekolah-sekolah yang telah berkontribusi dalam Bulan Dana PMI 2025. Ini merupakan bentuk apresiasi kami kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan kemanusiaan PMI,” ujar Asep.

    Sementara itu, Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin mengapresiasi terselenggaranya Jumtek 2026 yang dinilai menjadi sarana strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang peduli, disiplin, dan memiliki semangat kemanusiaan yang tinggi.

    “Jumtek bukan hanya menjadi ajang silaturahmi dan kompetisi, tetapi juga wadah untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, kepemimpinan, serta kemampuan para relawan dalam menghadapi tantangan sosial yang semakin kompleks” kata Arifin.

    Pada tahun ini, Jumtek mengusung tema “Relawan Responsif, Berkemampuan, dan Bersinergi di Era Digital.” Tema tersebut mencerminkan komitmen PMI Jakarta Pusat dalam mencetak generasi kemanusiaan yang tidak hanya sigap dalam memberikan pelayanan di lapangan, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung efektivitas dan efisiensi operasi kemanusiaan modern.

    Selain menjadi wadah pertemuan dan pembinaan, Jumtek 2026 juga menjadi ajang bergengsi perebutan piala bergilir “Wali Kota Cup.” Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kompetisi yang sehat dalam mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan kepalangmerahan yang telah dipelajari para peserta selama mengikuti pembinaan PMI.

    Sebanyak 1.704 peserta mengikuti kegiatan ini yang terdiri dari anggota Palang Merah Remaja (PMR) dan relawan PMI dari delapan kecamatan di Jakarta Pusat.

    Jumlah tersebut meliputi 422 anggota PMR Mula tingkat Sekolah Dasar, 664 anggota PMR Madya tingkat Sekolah Menengah Pertama, 438 anggota PMR Wira tingkat Sekolah Menengah Atas, serta 180 relawan senior yang berasal dari Korps Sukarela (KSR) dan Tenaga Sukarela (TSR).

    Melalui penyelenggaraan Jumtek 2026, PMI Kota Jakarta Pusat berharap dapat memperkuat kapasitas, solidaritas, dan semangat pengabdian para relawan serta anggota PMR sebagai garda terdepan dalam aksi kemanusiaan di tengah masyarakat.

  • Pengalaman yang Tak Terlupakan; Kecelakaan Pada Pertolongan Pertama

    Pengalaman yang Tak Terlupakan; Kecelakaan Pada Pertolongan Pertama

    Oleh : Kang Ajun

    Cerita pengalaman ini sebenarnya sudah pernah aku tulis di media Berita PMI tahun 80an. Cerita dimana aku pernah mengikuti pelatihan bagaimana cara mengatasi ketika luka digigit ular berbisa.

    Waktu itu aku baru lulus sekolah tingkat menengah atas. Aku memperoleh kesempatan untuk mengikuti pelatihan tersebut di Bandung.

    Singkat cerita pelatih menjelaskan tentang pertolongan pertama pada kecelakaan dengan membawa alat peraga ular cobra, pisau dan verban.

    Pelatih menjelaskan bahwa bilamana terjadi digigit ular berbisa maka yang harus kita lakukan sebagai penolong dengan melakukan guratan menyilang dititik luka gigitan, kemudian dihisap untuk mengeluarkan darahnya agar bisa/racun ularnya bisa dikeluarkan.

    Setelah mempraktekkan itu semua peserta latihan dibuat kaget dan ketakutan, karena pelatihnya justru terkapar tak sadarkan diri.

    Sebagian pelatih lainnya segera membawanya ke rumah sakit terdekat, dan ternyata sudah tidak tertolong lagi. Gugurlah pelatih kami.

    Apa yang menyebabkan kematian tersebut akhirnya diperoleh jawaban dari keluarganya, dari dokter yang menanganinya menjelaskan bahwa ketika melakukan praktek pelatih dalam keadaan sakit sariawan dimulutnya, sehingga diduga racun itu masuk melalui luka sariawannya.

    Inilah pengalaman yang tak pernah terlupakan dan memberikan pengalaman yang sangat berharga, bahwa setiap penolong wajib mempersiapkan secara baik dan mengontrol kondisi kesehatan nya.

    Bukannya pertolongan pertama pada kecelakaan justru malah kecelakaan pada pertolongan pertama.

  • PMI Dampingi Ketua TP PKK Jakarta Pusat Tinjau Layanan bagi Penyintas Kebakaran

    PMI Dampingi Ketua TP PKK Jakarta Pusat Tinjau Layanan bagi Penyintas Kebakaran

    Jakarta — PMI Kota Jakarta Pusat mendampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Administrasi Jakarta Pusat, Witri Yenny Arifin, dalam kunjungan ke lokasi pengungsian penyintas kebakaran di Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, dan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, pada Jumat (5/6/2026).

    Kunjungan tersebut bertujuan memberikan dukungan moril sekaligus memastikan kebutuhan dasar para penyintas kebakaran yang saat ini masih berada di pengungsian dapat terpenuhi dengan baik.

    Dalam peninjauan tersebut, Witri Yenny Arifin melihat langsung berbagai fasilitas yang telah disediakan bagi para pengungsi, di antaranya tenda pengungsian, dapur umum, posko kesehatan, posko pelayanan administrasi kependudukan (Dukcapil), posko PPSU, hingga posko pelayanan Kantor Urusan Agama (KUA).

    PMI Dampingi Ketua TP PKK Jakarta Pusat Tinjau Layanan bagi Penyintas Kebakaran
    PMI Dampingi Ketua TP PKK Jakarta Pusat Tinjau Layanan bagi Penyintas Kebakaran

    “Di lokasi pengungsian hadir juga beberapa posko untuk membantu pemulihan warga, seperti pengurusan dokumen kependudukan yang hilang melalui Dukcapil, pemberian perlengkapan sekolah, hingga pelayanan kesehatan,” ujar Witri Yenny Arifin.

    Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah berkolaborasi dalam membantu proses pemulihan warga terdampak kebakaran.

    “Kami bekerja sama dengan PMI untuk memberikan bantuan bagi balita, ibu-ibu, layanan kesehatan, hygen Kit, maupun makan siang. Mudah-mudahan kolaborasi dari semua pihak yang peduli dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah kebakaran,” katanya.

    PMI Jakarta Pusat terus memberikan dukungan kemanusiaan di lokasi pengungsian melalui layanan kesehatan, distribusi bantuan, serta pendampingan bagi para penyintas guna membantu proses pemulihan pascabencana.

  • PMI Jakpus Siaga Tangani Korban Kebakaran Pasar Jiung Kemayoran

    PMI Jakpus Siaga Tangani Korban Kebakaran Pasar Jiung Kemayoran

    Jakarta – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Pusat bersiaga dalam penanganan kebakaran yang melanda kawasan permukiman padat penduduk di Pasar Jiung, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin malam (1/6/2026).

    Kebakaran yang diduga dipicu oleh korsleting listrik di salah satu rumah warga tersebut mengakibatkan ratusan keluarga terdampak dan harus mengungsi.

    Sesaat setelah menerima laporan kejadian, PMI Jakarta Pusat langsung mengerahkan personel dan mendirikan pos kesehatan serta tenda pengungsian di lokasi untuk memberikan pelayanan kepada warga terdampak dan petugas yang terlibat dalam proses pemadaman.

    Berbagai keluhan kesehatan ditangani oleh tim PMI, mulai dari sesak napas akibat paparan asap, nyeri otot karena kelelahan, hingga evakuasi pasien ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

    Ketua PMI Kota Jakarta Pusat, H. Asep Djuanda, turut hadir meninjau langsung proses penanganan di lokasi. Ia menjelaskan bahwa PMI segera mengirimkan dua unit ambulans begitu menerima informasi mengenai kebakaran tersebut.

    “PMI Jakarta Pusat langsung mengerahkan dua unit ambulans ke lokasi kejadian untuk memberikan pelayanan kesehatan dan membantu proses evakuasi warga yang membutuhkan penanganan medis,” ujar Asep.

    Selain itu, PMI juga menyiapkan bantuan tenda tambahan untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.

    “Kami sedang menyiapkan dua unit tenda yang akan segera tiba untuk menampung para pengungsi,” tambahnya.

    Terkait penanganan trauma pascabencana, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan, Asep menegaskan bahwa PMI memiliki prosedur khusus dalam tahap pemulihan. Namun saat ini, fokus utama masih berada pada fase tanggap darurat.

    “Kami memiliki prosedur untuk evakuasi dan recovery. Saat ini kami masih berkoordinasi dengan PMI Provinsi DKI Jakarta dan memprioritaskan penanganan pada tahap tanggap darurat,” jelasnya.

    Akibat peristiwa tersebut, sekitar 500 kepala keluarga (KK) terdampak. Delapan warga juga dilaporkan harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Hermina setelah mengalami sesak napas akibat menghirup asap kebakaran.

    Hingga saat ini, PMI Jakarta Pusat masih bersiaga di lokasi untuk memantau kondisi kesehatan warga terdampak serta mendukung upaya penanggulangan bencana yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan instansi terkait.

    1. Kenapa Harus Ikut Ekskul PMR?

      Kenapa Harus Ikut Ekskul PMR?

      Berawal dari ikut sertanya aku menjadi anggota remaja Palang Merah. Orang mengenalnya Palang Merah Remaja.

      Dari sinilah aku mulai mengenal arti menolong orang yang perlu kita tolong.

      Oh ternyata menolong orang yang perlu kita tolong itu bagian dari nilai nilai kemanusiaan yang sering aku dengar tapi aku belum memahaminya.

      Sedikit demi sedikit akhirnya aku mengerti dan faham tentang bagaimana sebaiknya kita sebagai makhluk sosial bisa memiliki nilai nilai kemanusiaan yang juga diajarkan dalam nilai nilai agama.

      Bagaimana kita harus bersikap, menghargai orang lain sampai kepada pentingnya menjunjung tinggi martabat manusia.

      Nilai-nilai kemanusiaan dan martabat manusia adalah prinsip fundamental yang mengakui setiap individu memiliki harkat bawaan yang harus dihormati, terlepas dari ras, agama, atau status.

      Nilai ini mencakup kasih sayang, keadilan, empati, dan penghormatan terhadap integritas fisik serta psikologis manusia.

      Nilai nilai kemanusiaan inilah yang mendorong aku untuk terus berada dalam lingkungan sosial yang dekat dengan nilai nilai tersebut, yaitu Palang Metah Remaja.

      PMR mengajarkan kita berkeyakinan bahwa semua orang memiliki nilai khusus yang melekat sejak lahir, bukan berdasarkan kelas, kemampuan, atau faktor lainnya.

      Sedangkan nilai kemanusiaan menghargai prinsip etika atau moral yang memandu perilaku manusia untuk menghormati martabat tersebut, seperti kebenaran, kebajikan, kedamaian, dan tanpa kekerasan.

      Nilai-nilai inilah yang melekat dihati ketika para senior mengajarkannya saat itu.

      Kemampuan merasakan perasaan orang lain dan bertindak penuh perhatian, memperlakukan setiap individu dengan adil, tanpa penindasan atau diskriminasi, menjunjung tinggi integritas fisik dan psikologis orang, semangat gotong royong dan membantu sesama, khususnya dalam situasi darurat, menghargai perbedaan dan meminimalkan konflik, nilai nilai inilah yang melekat pada diri manusia semata-mata karena mereka manusia.

      Nilai nilai itu hingga kini terus terbawa disetiap aku melakukan berbagai aktivitas.

      Nilai nilai itu pula yang Allah ajarkan kepada manusia, bahwa sebaik baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.

      Teruslah berbuat baik sampai kita kembali kehadapanNya. Semoga Allah, Tuhan yang maha esa menjaga keistiqomahan kita dalam menegakkan nilai nilai kemanusiaan.

      Salam,
      Kang Ajun
      PMR Inti Angkatan III/1974
      PMI Kota Jakarta Pusat
      Nomor Induk 74357089

    2. Panggilan Darurat di Tengah Malam Berujung Kabar Duka

      Panggilan Darurat di Tengah Malam Berujung Kabar Duka

      Malam Selasa (19/05/2026), suasana di kawasan Batu Ceper 9, Jakarta Pusat, tampak tenang. Namun di salah satu rumah warga, kepanikan menyelimuti keluarga Tn. Tomi Nur (65). Selama kurang lebih setengah jam, pria lanjut usia tersebut tidak merespon dan berada dalam kondisi tidak sadarkan diri.

      Dalam kepanikan, pihak keluarga segera menghubungi Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Pusat pada pukul 21.42 WIB untuk meminta bantuan medis darurat.

      Tak lama setelah laporan diterima, petugas PMI Jakarta Pusat langsung bergerak menuju lokasi. Setibanya di rumah pasien, tim segera melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi korban.

      Petugas melakukan pengecekan tanda-tanda vital dan respons tubuh pasien. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kehidupan. Kondisi pupil pasien diketahui tidak merespon, dengan keadaan anisokor dan midriasis. Selain itu, bagian ekstremitas atas maupun bawah sudah dalam kondisi kaku.

      Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, pasien dinyatakan telah meninggal dunia di lokasi.

      Setelah penanganan selesai dilakukan, petugas PMI Jakarta Pusat memberikan edukasi kepada pihak keluarga agar segera menghubungi dokter puskesmas guna pemeriksaan lanjutan sekaligus pengurusan surat keterangan kematian.

      Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya respon cepat dalam kondisi darurat kesehatan, sekaligus bentuk pelayanan kemanusiaan yang terus dilakukan PMI Jakarta Pusat kepada masyarakat selama 24 jam.

    3. Respons Cepat PMI Jakpus pada Kebakaran Gudang di Sawah Besar

      Respons Cepat PMI Jakpus pada Kebakaran Gudang di Sawah Besar

      Jakarta – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Pusat sigap merespons peristiwa kebakaran gudang barang yang terjadi di Jalan Pos Utara, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Selasa (19/05/2026) dini hari.

      Laporan kejadian diterima pada pukul 00.41 WIB. Setelah menerima informasi tersebut, personel PMI Kota Jakarta Pusat langsung menuju lokasi untuk membantu proses penanganan dan memastikan kondisi di area kejadian tetap aman.

      Proses penanganan dan pendinginan berlangsung hingga pukul 01.10 WIB. PMI Kota Jakarta Pusat turut bersiaga di lokasi guna mendukung kelancaran proses penanganan bersama unsur terkait.

      Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Situasi di lokasi berhasil dikendalikan setelah proses pendinginan selesai dilakukan.

      PMI Kota Jakarta Pusat terus berkomitmen untuk memberikan respons cepat dalam setiap kejadian kemanusiaan dan kedaruratan di wilayah Jakarta Pusat.

    4. PMI Jakpus dan BSI Maslahat Gelar Cek Kesehatan Gratis di CFD Jakarta

      PMI Jakpus dan BSI Maslahat Gelar Cek Kesehatan Gratis di CFD Jakarta

      Jakarta – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Pusat bersama BSI Maslahat menggelar layanan cek golongan darah dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat saat Car Free Day (CFD) Jakarta, Minggu (17/05/2026).

      Kegiatan berlangsung di trotoar Wisma Bumiputera, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, dan mendapat antusias tinggi dari masyarakat yang memanfaatkan momen CFD untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.

      Ratusan orang mengikuti layanan pemeriksaan kesehatan dan cek golongan darah yang disediakan PMI Kota Jakarta Pusat bersama BSI Maslahat.

      Warga tampak memadati area pelayanan sejak pagi hari untuk melakukan pengecekan golongan darah, tekanan darah, hingga konsultasi kesehatan ringan bersama petugas PMI.

      Bidang Pelayanan dan Kesehatan PMI Kota Jakarta Pusat, Shilvia Yuliane, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus upaya meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan.

      PMI Jakpus dan BSI Maslahat Gelar Cek Kesehatan Gratis di CFD Jakarta

      “Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat, khususnya di ruang publik seperti CFD. Selain itu, kami juga ingin mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mengetahui kondisi kesehatan sejak dini,” ujar Shilvia.

      Selain layanan kesehatan, kegiatan juga diramaikan dengan senam zumba bersama, Karnaval Kurban, kuis interaktif berhadiah, hiburan masyarakat, pembagian merchandise, hingga sarapan gratis bagi pengunjung CFD.

      PMI Kota Jakarta Pusat membuka peluang kerja sama dengan berbagai mitra dan pihak swasta dalam menghadirkan kegiatan sosial, kesehatan, dan kemanusiaan yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.

    5. PMI Jakpus Lantik Pengurus FKP PMR, KSR, dan TSR Masa Bakti 2026–2028

      PMI Jakpus Lantik Pengurus FKP PMR, KSR, dan TSR Masa Bakti 2026–2028

      Jakarta – Palang Merah Indonesia Kota Jakarta Pusat melaksanakan pelantikan gabungan Pengurus Forum Komunikasi Pembina Palang Merah Remaja (FKP PMR), Pengurus Korps Sukarela (KSR), dan Pengurus Tenaga Sukarela (TSR) masa bakti 2026–2028 pada Selasa, (12/05/2026).

      Pelantikan yang berlangsung di Markas PMI Kota Jakarta Pusat tersebut dilaksanakan secara khidmat dan penuh semangat kebersamaan.

      Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua PMI Kota Jakarta Pusat H. Asep Djuanda beserta jajaran pengurus dan relawan PMI.

      Dalam sambutannya, H. Asep Djuanda menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus yang telah diberikan amanah untuk menjalankan roda organisasi selama masa bakti 2026–2028.

      Ia berharap para pengurus dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta terus memperkuat pelayanan kemanusiaan di wilayah Jakarta Pusat.

      “PMI tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan para relawan, pembina, dan seluruh unsur organisasi. Saya berharap kepengurusan yang baru ini dapat semakin solid, aktif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar H. Asep Djuanda.

      Pelantikan gabungan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antarunsur di lingkungan PMI Kota Jakarta Pusat, baik dari unsur pembinaan generasi muda melalui PMR, penguatan relawan KSR, maupun pelayanan kemanusiaan melalui TSR.

      Dalam kesempatan tersebut, masing-masing ketua pengurus yang dilantik turut menyampaikan pernyataan dan komitmennya setelah resmi menerima amanah kepengurusan.

      Kegiatan pelantikan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen seluruh pengurus dalam menjalankan tugas kemanusiaan selama masa bakti 2026–2028.

      Dengan terbentuknya kepengurusan baru tersebut, PMI Kota Jakarta Pusat berharap seluruh unsur organisasi dapat semakin aktif, profesional, dan responsif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.