Author: PMI Kota Jakarta Pusat

  • PMI Jakarta Pusat Jalankan Misi Kemanusiaan Tahap ke-3 di Aceh Tamiang

    PMI Jakarta Pusat Jalankan Misi Kemanusiaan Tahap ke-3 di Aceh Tamiang

    Aceh — Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Pusat kembali melanjutkan komitmennya dalam misi kemanusiaan tahap ke-3 yang dilaksanakan di Desa Tanjung Karang, Dusun Famili, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Sabtu (11/04/2026).

    Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian bantuan sebelumnya, di mana pada tahap pertama PMI Jakarta Pusat telah menyalurkan bantuan di Desa Mandagara Perkebunan Terban, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang.

    Sementara itu, bantuan tahap ke-2 disalurkan kepada warga terdampak bencana di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

    Pada misi kemanusiaan tahap ke-3 ini, PMI Jakarta Pusat menyalurkan sebanyak 700 paket sembako kepada warga terdampak.

    Selain itu, bantuan juga diberikan dalam bentuk 3 unit komputer PC guna mendukung kegiatan pendidikan serta 1 unit mesin steam air untuk menunjang kebutuhan kebersihan lingkungan masyarakat setempat.

    Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua PMI Kota Jakarta Pusat H. Asep Djuanda beserta jajaran pengurus, Ketua PMI Kabupaten Aceh Tamiang Irwan Pane, Danramil Kecamatan Karang Baru Faisal, Kepala Desa Tanjung Karang Ahmad, warga setempat, serta relawan PMI Kabupaten Aceh Tamiang.

    Dalam sambutannya, Ketua PMI Kota Jakarta Pusat H. Asep Djuanda menyampaikan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan amanah dari para donatur yang harus disampaikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

    “Bantuan ini merupakan amanah dari para donatur yang kami salurkan. Mudah-mudahan dapat sedikit meringankan beban warga terdampak,” ujar Asep.

    Acara berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan, ditutup dengan pembagian paket sembako secara langsung kepada warga Desa Tanjung Karang.

    Salah satu warga menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh PMI Jakarta Pusat. Ia mengungkapkan bahwa bantuan tersebut sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi yang masih belum sepenuhnya pulih.

    “Terima kasih PMI Jakarta Pusat, bantuan ini sangat membantu kami.” Ujar salah seorang warga

    Melalui kegiatan ini, PMI Jakarta Pusat kembali menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam aksi kemanusiaan, serta terus berupaya hadir memberikan bantuan nyata bagi masyarakat yang membutuhkan di berbagai daerah di Indonesia.

  • PMI Jakpus Lakukan Sosialisasi Pengenalan Ambulans di SDN 13 Kemayoran

    PMI Jakpus Lakukan Sosialisasi Pengenalan Ambulans di SDN 13 Kemayoran

    Jakarta — Palang Merah Indonesia Kota Jakarta Pusat melaksanakan kegiatan sosialisasi pengenalan ambulans di SDN 13 Kemayoran pada Rabu, (08/4/2026), pukul 08.00 WIB.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya edukasi kemanusiaan kepada siswa sejak dini, khususnya dalam mengenalkan peran penting layanan kesehatan darurat di lingkungan masyarakat.

    Sosialisasi diikuti oleh siswa-siswi SDN 13 Kemayoran dengan didampingi oleh para guru dan pihak sekolah.

    Dalam kegiatan tersebut, tim PMI Jakarta Pusat memberikan materi mengenai fungsi ambulans sebagai kendaraan medis yang digunakan untuk memberikan pertolongan pertama serta mengevakuasi pasien ke fasilitas kesehatan.

    Para siswa juga dikenalkan dengan kondisi-kondisi darurat yang memerlukan bantuan ambulans.

    Selain itu, siswa diperkenalkan dengan berbagai perlengkapan yang terdapat di dalam ambulans, seperti tandu, kotak pertolongan pertama, hingga peralatan medis dasar lainnya.

    Penjelasan disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan interaktif agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.

    Untuk meningkatkan pemahaman, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab. Para siswa tampak antusias dan aktif mengajukan pertanyaan seputar fungsi ambulans serta cara penggunaannya dalam situasi darurat.

    Melalui kegiatan ini, PMI Jakarta Pusat berharap dapat menumbuhkan kesadaran dan kepedulian siswa terhadap pentingnya layanan kesehatan darurat serta membentuk karakter generasi muda yang sigap, peduli, dan siap membantu sesama.

    Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat sambutan positif dari pihak sekolah, yang berharap edukasi serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.

  • Aksi Cepat PMI Jakarta Pusat Bantu Warga Usai Kebakaran di Kalibaru

    Aksi Cepat PMI Jakarta Pusat Bantu Warga Usai Kebakaran di Kalibaru

    Jakarta — Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Pusat bergerak cepat membantu penyintas kebakaran yang terjadi di wilayah Kalibaru, Senen, Jakarta Pusat, pada Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.

    Kebakaran tersebut diduga dipicu oleh kebocoran tabung gas. Peristiwa ini mengakibatkan satu kios laundry mengalami kerusakan serta berdampak pada tiga kepala keluarga (KK) dengan total tujuh jiwa.

    Mendapatkan informasi kejadian, tim PMI Jakarta Pusat segera bergerak menuju lokasi. Dengan respons cepat dan sigap, petugas langsung memberikan penanganan kepada para korban. PMI juga membantu korban dengan memberikan perawatan luka di lokasi kejadian.

    Salah satu korban dilaporkan mengalami luka bakar pada telapak kaki akibat upaya menyelamatkan diri dari lantai dua saat kebakaran berlangsung.

    Petugas gabungan berhasil memadamkan api sekitar pukul 11.00 WIB. Saat ini, kondisi di lokasi telah dinyatakan aman dan terkendali.

    PMI Jakarta Pusat mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh kebocoran gas. Masyarakat juga diharapkan memastikan penggunaan peralatan rumah tangga dalam kondisi aman guna mencegah kejadian serupa.

  • PMI Jakpus Salurkan 600 Bingkisan Lebaran untuk Relawan, Pendonor Darah, Yatim, Duafa, dan Disabilitas

    PMI Jakpus Salurkan 600 Bingkisan Lebaran untuk Relawan, Pendonor Darah, Yatim, Duafa, dan Disabilitas

    Jakarta — Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan serta memperkuat kepedulian sosial, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Pusat menyalurkan bantuan bingkisan Lebaran kepada ratusan penerima manfaat pada Jumat (6/3/2026).

    Kegiatan yang mengusung tema “Bakti PMI Ramadhan Peduli” ini diselenggarakan di Yayasan Perguruan Tinggi Ksatriya 51, Jalan Percetakan Negara, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

    Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Eric Pahlevi Zakaria Lumbun, jajaran pengurus PMI Jakarta Pusat, PMI tingkat kecamatan, serta para relawan PMI se-Jakarta Pusat.

    Ketua PMI Kota Jakarta Pusat H. Asep Djuanda menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian PMI terhadap para relawan dan masyarakat yang membutuhkan, khususnya di momentum bulan Ramadhan.

    “Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi momen berbagi kepada sekitar 600 penerima manfaat yang terdiri dari anak yatim piatu, kaum duafa, penyandang disabilitas, para pendonor darah, serta relawan PMI se-Jakarta Pusat,” ujar Asep.

    Ia menambahkan bahwa seluruh bantuan yang disalurkan dalam kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan dan sinergi berbagai mitra strategis melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang dihimpun oleh PMI Jakarta Pusat.

    Beberapa perusahaan yang turut mendukung kegiatan Bakti PMI Ramadhan Peduli di antaranya ASDP, United Tractors, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP), PLN Nusantara Power, PLN Pusat, OCBC Syariah, Taspen, Pegadaian, Bank DKI, PT Pupuk Indonesia, PT Darma Henwa, Agrinas Palma Nusantara, Supreme Energy, PT Oneject Indonesia, Bank BCA, serta PT Inalum.

    Melalui kolaborasi tersebut, PMI Jakarta Pusat dapat menyalurkan paket bingkisan Ramadhan kepada para penerima manfaat sebagai bentuk kepedulian dan dukungan di bulan penuh berkah.

    Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Acara kemudian ditutup dengan buka puasa bersama antara para relawan, tamu undangan, serta penerima manfaat, yang dilanjutkan dengan pembagian dan pengambilan paket bingkisan Ramadhan.

  • Jean Henry Dunant Bapak Palang Merah Internasional

    Jean Henry Dunant Bapak Palang Merah Internasional

    Oleh : H. Asep Djuanda

    Jean Henry Dunant, bapak Palang Merah Internasional adalah seorang pengusaha dan aktivis sosial Swiss yang tergerak oleh kekejaman perang di Solferino tahun 1859 sehingga menggagas gerakan kemanusiaan internasional untuk membantu tentara yang terluka tanpa membedakan pihak, yang kemudian melahirkan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) pada tahun 1863.  

    Dilatarbelakangi Henry Dunant yang menyaksikan langsung ribuan korban perang di Solferino, Italia tanpa perawatan memadai. 

    Dari kejadian itu Dunant menulis buku Un Souvenir de Solferino atau a memory of Solferino yang didalam.buku tersebut Dunant mengusulkan dua gagasan brilian yaitu membentuk organisasi sukarela internasional untuk membantu tentara terluka dan perjanjian internasional untuk melindungi sukarelawan serta korban perang. 

    Atas bantuan teman temannya gagasan itu terwujud dengan pendirian Komite Internasional Palang Merah atau lebih dikenal InternasionalCommitte of the Red Cross (ICRC) di Jenewa pada tahun 1863, menjadikannya pelopor gerakan kemanusiaan global. 

    Sebagai lembaga kemanusiaan yang berbasis di Jenewa, Swiss dan sebagai peserta keempat Konvensi Jenewa 1949 dan Protokol Tambahan 1977 dan 2005, telah memberikan mandat kepada ICRC untuk melindungi korban konflik bersenjata internasional dan non-internasional serta mempromosikan pemahaman dan penghormatan terhadap hukum humaniter internasional.

    Kini ICRC dipimpin Mirjana Spoljaric Egger yang menjabat sebagai presiden ICRC sejak Oktober 2022.

    Pada akhirnya cita cita Dunant yang ditulis dalam buku tersebut membuahkan hasil. Orang orang yang berjasa dalam membantu terwujudnya gagasan tersebut adalah Gustave Moynier, Guillaume-Henri Dufour, Louis Appia, dan Théodore Maunoir. (HADS/01.03.2026)

    Sumber : Buku KPM terbitan PMI Pusat

  • Aku dan PMR

    Aku dan PMR

    Oleh : H. Asep Djuanda

    Sewaktu aku duduk di bangku kelas 7 sebuah sekolah menengah di kawasan Gunung Sahari Kemayoran, ada pengumuman oleh seorang guru Aljabar waktu itu Pak Subur namanya.

    Beliau menawarkan dan mengajak para murid untuk mengikuti sebuah kegiatan ekstra kurikuler Palang Merah Remaja.

    Buat aku kegiatan itu asing dan tidak ada sedikitpun berkeinginan untuk mengikuti ajakan tersebut. Namun keesokan harinya guru tersebut terus mengajak dan kali ini bukan lagi tawaran tapi dengan “paksaan” harus mengikuti ekskul tersebut.

    Mau tidak mau aku ikuti ajakan itu, dan ternyata setelah beberapa kali mengikuti materi yang diajarkan para pelatih lambat laun menjadi terbiasa dan asyik untuk diikuti. Sampai ada rasa sayang bila pertemuan pelatihan tidak diikuti.

    Banyak sekali pelatihan yang membuat aku memahami bagaimana cara menolong orang yang luka, pingsan, balut bidai dan sebagainya.

    Kegigihan aku mengikuti pelatihan tersebut membawa aku terpilih untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan ke jenjang yang lebih tinggi dan formal yakni PMR Inti angkatan ke 3. Dari sekolahku aku dan Rostiana yang terpilih dari sekian banyak murid yang mengikuti ekskul PMR.

    Dalam pelatihan ini diwajibkan mengikuti pelatihan setiap pulang sekolah selama 6 bulan di kelas, sementara praktek dilapangan selama 7 hari di pusat diklat kesehatan angkatan darat di daerah Kramatjati.

    Alhamdulillah selesai dan dinyatakan lulus untuk selanjutnya dilantik menjadi PMR Inti angkatan ke 3 dengan nomor induk 74357089.

    Dari sinilah kreativitas dan motivasi untuk terus mengembangkan ekskul PMR mulai terpatri. Banyak yang telah aku lakukan untuk mentransformasikan keilmuan tentang kepalangmerahan kepada adik adik PMR disekolah.

    Pengalaman pelatihan yang begitu keras dan disiplin menjadikan kebiasaan perilaku hidup aku, dan dari sinilah aku mampu mengaktualisasikannya dalam kehidupan di masyarakat. I love PMR, I miss you. (HADS/02.03.2026)

  • A memori of Solferino

    A memori of Solferino

    Oleh : H. Asep Djuanda (Ketua PMI Kota Jakarta Pusat)

    Sebuah gagasan brilian yang disampaikan oleh humaniter Henry Dunant ditulis dalam sebuah buku yang berjudul A memory of Solferino atau Kenangan dari Solferino di tahun 1862.

    Dalam buku tersebut Henry Dunant memberikan dua gagasan penting hingga sekarang menjadi pondasi berdirinya Palang Merah dan perjanjian Internasional tentang aturan hukum yang mengatur peperangan.

    Gagasan tersebut disambut oleh kolega beliau seperti General Guillame Henri Dufour berlatar belakang militer, Dr. Theodore Maunoir Dokter dari Komisi Kebersihan dan Kesehatan Jenewa, Guntave Moynier adalah Pengacara dan Ketua Masyarakat Jenewa untuk Kesejahteraan Publik, serta Dr. Louis Appia seorang dokter bedah.

    Bersama Henry Dunant, mereka bersepakat untuk mewujudkan gagasan tersebut dengan membentuk Komite Lima.

    Komite Lima (sering disebut Komite Internasional Pertolongan Korban Luka, cikal bakal  berdirinya International Committe of the Red Cross atau ICRC).

    Mereka memelopori gerakan Palang Merah Internasional untuk memberikan bantuan kemanusiaan bagi tentara yang terluka, yang menghasilkan Konvensi Jenewa pertama. Sejak itu berdirilah Pakang Merah Internasional yang lebih dikenal ICRC. (ADS/28.02.2026).

  • 76 Tahun PMR Kita

    76 Tahun PMR Kita

    Oleh : H. Asep Djuanda (Ketua PMI Kota Jakarta Pusat)

    Palang Merah Remaja (PMR) di Indonesia resmi didirikan pada 1 Maret 1950, yang diprakarsai oleh Siti Dasimah dan Paramita Abdurrahman pasca Kongres PMI ke-4, yang bertugas membina kader muda dalam bidang kemanusiaan, kesehatan, dan pertolongan pertama.

    Tanggal 1 Maret diperingati sebagai Hari PMR Indonesia. Kebanyakan orang tidak lagi memperhatikan kelahirannya. Padahal dari sinilah bermunculan ide ide dan gagasan gagasan membangun generasi muda untuk menjadi kader kader muda insan Palang Merah, semisal saja munculnya Korps Sukarela dari unsur pemuda, siaga bencana berbasis masyarakat, tenaga sukarela dan sebagainya.

    Munculnya ide gagasan mendirikan kader remaja Palang Merah terinspirasi oleh gerakan remaja di negara lain yang membantu korban Perang Dunia I.

    Di Indonesia kemudian berkembang menjadi beberapa tingkatan seperti mulai, madya dan Wira. PMI berupaya menjadikan kader kemanusiaan dari mulai usia sekolah dasar, menengah hingga atas, yang pada akhirnya PMR merupakan bagian dari PMI yang didirikan tanggal 17 Seotember 1945.

    Hingga saat ini PMI sudah ribuan bahkan mungkin jutaan anggota remaja telah mendapatkan pemahaman tentang nilai nilai kemanusiaan, pembelajaran kesehatan dan bahkan kebencanaan.
    PMR peer leader, peer support dan peer educator.

    Selamat hari jadi PMR ke 76 tahun, bravo PMR…!

  • 167 Tahun Palang Merah Internasional

    167 Tahun Palang Merah Internasional

    Oleh : Asep Djuanda (Ketua PMI Kota Jakarta Pusat)

    167 tahun yang lalu seorang pengusaha muda dari Swiss Henry Dunant berniat untuk melakukan perjalanan bisnis dengan kaisar Napoleon III di Perancis. Dalam perjalanan beliau terjebak dalam situasi peperangan antara tentara Perancis dan Austria didesa Solferino di Italia Utara.

    Pertempuran Solferino terjadi pada 24 Juni 1859 yang dimenangkan oleh gabungan tentara Prancis pimpinan Napoleon III dan tentara Sardinia di bawah pimpinan Victor Emmanuel II. Mereka melawan tentara Austria di bawah pimpinan Franz Josef I.

    Tentu saja pertempuran yang tidak seimbang ini banyak menelan korban dari pihak Austria.

    Pertempuran terbuka lebih 9 jam tersebut telah banyak menelan korban. Menurut catatan sejarah jumlah korban dari Austria nencapai 3.000 tentara terbunuh dengan 10,807 cedera dan 8.638 hilang atau ditawan.

    Situasi seperti ini menggugah Henry Dunant untuk terjun langsung menolong korban terutama yang cedera. Bekerja sama dengan masyrakat sekitar area konflik membawa para korban ke dalam gereja intuk dilakukan pertolongan. Disana beliau merawat luka seadanya mengingat keterbatasan alat medis dan obat obatan.

    Ada korban luka parah yang pada akhirnya meninggal dunia meminta untuk menyampaikan pesan kepada keluarganya. Menyaksikan situasi perang seperti ini membaut hatinya terenyuh dan terpanggil untuk bagaimana caranya bisa melahirkan gagasan guna mendirikan badan yang khusus bisa membantu orang korban.

    Sekembalinya HD ke Swiss tahun 1862, beliau menulis buku yang berjudul A Memory of Solferino. Henry Dunant seorang humaniter Swiss yang menyaksikan kengerian Pertempuran Solferino, telah mendokumentasikan penderitaan korban perang dan mengusulkan pembentukan organisasi sukarela serta perjanjian internasional untuk melindungi prajurit yang terluka, yang memicu berdirinya Palang Merah Internasional. Itulah cerita pendek tentang asal muasal berdirinya Palang Merah Internasional. (ADS/28.02.2026)

  • PMI Jakpus Catatkan Hasil Audit Keuangan 2025 yang Akuntabel dan Transparan

    PMI Jakpus Catatkan Hasil Audit Keuangan 2025 yang Akuntabel dan Transparan

    Jakarta — (26/02/2026) Suasana bulan suci Ramadan tidak mengurangi semangat tim keuangan Palang Merah Indonesia Kota Jakarta Pusat dalam menjalankan tanggung jawabnya.

    Di tengah menjalankan ibadah puasa, staf keuangan tetap mendampingi proses audit laporan keuangan tahun buku 2025 yang dilaksanakan oleh auditor dari KAP Nahrudien Akbar.

    Audit ini berlangsung selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, 23–25 Januari 2026, di kantor PMI Kota Jakarta Pusat, Meski kondisi fisik tampak lelah karena berpuasa, seluruh tim tetap mengikuti setiap tahapan audit dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme.

    Berdasarkan hasil audit, laporan keuangan tahun 2025 yang disusun oleh tim keuangan PMI Kota Jakarta Pusat dinyatakan baik, wajar, akuntabel, serta telah sesuai dengan standar PSAK ISAK 335. Hasil ini menjadi bukti komitmen organisasi dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan.

    Suasana hangat terlihat setelah proses audit selesai. Dalam dokumentasi kegiatan, tampak jajaran pengurus dan auditor berkumpul di ruang rapat. Wajah-wajah yang terlihat sedikit lelah justru dihiasi senyum dan rasa lega setelah seluruh rangkaian audit terselesaikan dengan baik.

    Beberapa staf dan auditor juga berfoto bersama sambil menunjukkan simbol jempol sebagai tanda syukur dan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin.

    Sebagai bentuk kepedulian di bulan suci, PMI Kota Jakarta Pusat juga menyerahkan paket sembako kepada tim auditor dalam rangka program PMI Bakti Ramadan Peduli.

    Penyerahan paket tersebut menjadi simbol kebersamaan, kepedulian, dan penghargaan, sekaligus mempererat silaturahmi di antara kedua belah pihak.

    Momentum ini tidak hanya menjadi kegiatan audit rutin, tetapi juga menjadi cerminan nilai kemanusiaan dan kebersamaan yang terus dijaga, bahkan di tengah keterbatasan fisik saat menjalankan ibadah puasa.

    Dengan hasil audit yang baik, PMI Kota Jakarta Pusat semakin memperkuat komitmennya untuk terus memberikan pelayanan yang amanah, transparan, dan profesional kepada masyarakat.