PMI Jakpus Siaga Tangani Korban Kebakaran Pasar Jiung Kemayoran

PMI Jakpus Siaga Tangani Korban Kebakaran Pasar Jiung Kemayoran

Jakarta – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Pusat bersiaga dalam penanganan kebakaran yang melanda kawasan permukiman padat penduduk di Pasar Jiung, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin malam (1/6/2026).

Kebakaran yang diduga dipicu oleh korsleting listrik di salah satu rumah warga tersebut mengakibatkan ratusan keluarga terdampak dan harus mengungsi.

Sesaat setelah menerima laporan kejadian, PMI Jakarta Pusat langsung mengerahkan personel dan mendirikan pos kesehatan serta tenda pengungsian di lokasi untuk memberikan pelayanan kepada warga terdampak dan petugas yang terlibat dalam proses pemadaman.

Berbagai keluhan kesehatan ditangani oleh tim PMI, mulai dari sesak napas akibat paparan asap, nyeri otot karena kelelahan, hingga evakuasi pasien ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Ketua PMI Kota Jakarta Pusat, H. Asep Djuanda, turut hadir meninjau langsung proses penanganan di lokasi. Ia menjelaskan bahwa PMI segera mengirimkan dua unit ambulans begitu menerima informasi mengenai kebakaran tersebut.

“PMI Jakarta Pusat langsung mengerahkan dua unit ambulans ke lokasi kejadian untuk memberikan pelayanan kesehatan dan membantu proses evakuasi warga yang membutuhkan penanganan medis,” ujar Asep.

Selain itu, PMI juga menyiapkan bantuan tenda tambahan untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.

“Kami sedang menyiapkan dua unit tenda yang akan segera tiba untuk menampung para pengungsi,” tambahnya.

Terkait penanganan trauma pascabencana, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan, Asep menegaskan bahwa PMI memiliki prosedur khusus dalam tahap pemulihan. Namun saat ini, fokus utama masih berada pada fase tanggap darurat.

“Kami memiliki prosedur untuk evakuasi dan recovery. Saat ini kami masih berkoordinasi dengan PMI Provinsi DKI Jakarta dan memprioritaskan penanganan pada tahap tanggap darurat,” jelasnya.

Akibat peristiwa tersebut, sekitar 500 kepala keluarga (KK) terdampak. Delapan warga juga dilaporkan harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Hermina setelah mengalami sesak napas akibat menghirup asap kebakaran.

Hingga saat ini, PMI Jakarta Pusat masih bersiaga di lokasi untuk memantau kondisi kesehatan warga terdampak serta mendukung upaya penanggulangan bencana yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan instansi terkait.