PMI Jakpus Ikuti Apel Operasi Dampak Kekeringan Ekstrem El Nino 2026

PMI Kota Jakarta Pusat Ikuti Apel Operasi Dampak Kekeringan Ekstrem El Nino 2026

Jakarta, – (30/06/2026) PMI Kota Jakarta Pusat turut mengikuti Apel Operasi Dampak Kekeringan Ekstrem Akibat El Nino 2026 yang diselenggarakan oleh PMI Pusat di Gudang Darurat PMI Pusat Jakarta.

Apel tersebut menjadi bentuk kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi potensi krisis air bersih akibat musim kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino.

Dalam apel tersebut, Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, mengumumkan kesiapan 200 unit mobil tangki air yang akan dikerahkan untuk membantu masyarakat terdampak kekeringan di berbagai wilayah Indonesia.

“Kami menggerakkan 200 mobil tangki air untuk membantu masyarakat yang mengalami kekurangan air bersih akibat kekeringan,” kata dia.

Pengerahan armada ini merupakan bagian dari strategi kesiapsiagaan bencana berbasis prakiraan guna memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.

Sebagai tahap awal, distribusi bantuan akan diprioritaskan ke delapan provinsi yang diperkirakan mengalami dampak kekeringan paling berat, yaitu Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Seluruh proses penyaluran bantuan akan dilakukan melalui koordinasi bersama pemerintah daerah dan BPBD agar bantuan dapat diterima secara cepat dan tepat sasaran.

Kepala Markas PMI Kota Jakarta Pusat, Gunadi Al Afadjari, menyampaikan bahwa PMI Kota Jakarta Pusat mendukung penuh langkah yang diambil PMI Pusat dalam mengantisipasi dampak kekeringan ekstrem.

Menurutnya, kesiapsiagaan tidak hanya dilakukan ketika bencana terjadi, tetapi juga dimulai sejak adanya prediksi potensi bencana.

“Apel kesiapsiagaan ini menjadi pengingat bagi seluruh jajaran PMI untuk selalu siap memberikan pelayanan kemanusiaan. PMI Kota Jakarta Pusat mendukung penuh operasi nasional ini dan siap mengerahkan sumber daya yang dimiliki apabila dibutuhkan ” ujar Gunadi Al Afadjari.

PMI mencatat peningkatan kapasitas operasi dibandingkan penanganan kekeringan tahun 2023. Saat itu, sebanyak 126 mobil tangki berhasil mendistribusikan lebih dari 100 juta liter air bersih kepada masyarakat.

Pada tahun 2026, jumlah armada yang disiagakan meningkat menjadi 200 unit sebagai bentuk penguatan kapasitas operasi kemanusiaan menghadapi ancaman kekeringan yang diperkirakan berlangsung pada puncak musim kemarau, yakni Juli hingga September.

Melalui kesiapsiagaan yang terencana dan sinergi dengan berbagai pihak, PMI berkomitmen untuk terus hadir memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang terdampak bencana, sekaligus memastikan kebutuhan dasar berupa air bersih dapat terpenuhi selama masa kekeringan.