Mengapa Kita Perlu Muhasabah? Saatnya Meluruskan Niat Bekerja Hanya untuk Ridha-Nya

Asep Djuanda PMI Jakpus

Oleh: Asep Djuanda
Ketua PMI Kota Jakarta Pusat

Kejadian viral baru-baru ini membuat kita terkaget-kaget. Bagaimana tidak? Tiga hari sebelumnya, beliau menyampaikan narasi melalui sebuah video klip yang mendukung, bahkan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam gerakan Bulan Dana PMI. Namun, ketika menanggapi berita tentang seorang guru yang melakukan pelecehan, beliau mendapat pertanyaan dari seorang wartawan mengenai Bulan Dana PMI, khususnya terkait edaran yang mencantumkan nominal sumbangan berdasarkan jabatan ASN. Saat itulah beliau menyampaikan dengan tegas bahwa tidak ada ruang bagi PMI untuk meminta sumbangan dengan cara seperti itu.

Pernyataan tersebut kemudian viral dan membawa dampak luas. Tidak hanya di lingkungan ASN Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, tetapi juga merembet ke kalangan ASN di kementerian dan masyarakat pada umumnya. Sejumlah kupon Bulan Dana PMI dikembalikan. Bahkan, ada pula pihak yang telah menyetorkan sumbangan kemudian meminta agar uangnya dikembalikan. Sebuah peristiwa yang sungguh membuat kita terhenyak dan merenung.

PMI Jakpus bantu kebakaran Cempaka Putih
PMI Jakpus bantu kebakaran Cempaka Putih

Masya Allah, saya sampai merinding menyaksikan betapa dahsyatnya pengaruh sebuah pernyataan. Namun, di balik semua itu, ada satu pertanyaan penting yang patut kita ajukan kepada diri sendiri: sudah benarkah niat kita dalam menjalankan pengabdian ini? Jangan-jangan, di tengah semangat mencapai target dan keberhasilan program, kita perlu kembali menata hati. Bisa jadi, inilah cara Allah SWT menegur kita agar senantiasa melakukan muhasabah dalam setiap langkah pekerjaan.

Bagi saya, persoalan ini bukan semata-mata tentang pernyataan beliau. Justru, peristiwa ini harus menjadi momentum bagi PMI beserta seluruh jajaran pengurusnya untuk mencari terobosan dan mengembangkan kreativitas dalam penggalangan dana. Selama ini, pelibatan unsur birokrasi dalam gerakan Bulan Dana memang dapat memberikan hasil yang besar, bahkan melampaui ekspektasi. Akan tetapi, kita perlu menyadari bahwa keberhasilan mencapai target tidak serta-merta berarti semua pihak merasa nyaman dengan mekanisme yang diterapkan. Ada hal-hal yang perlu dievaluasi, terutama agar partisipasi masyarakat tidak dirasakan sebagai kewajiban atau tekanan.

Jika kita cermati, pesan yang ingin ditegaskan sesungguhnya cukup sederhana: jangan menetapkan target sumbangan yang menimbulkan kesan memaksa, apalagi mengaitkannya dengan jabatan seseorang. Biarkan setiap orang berpartisipasi sesuai kemampuan, dengan hati yang senang dan niat yang ikhlas. Sumbangan untuk kemanusiaan seharusnya lahir dari kesadaran dan kerelaan, bukan karena rasa takut, sungkan, atau tekanan dari lingkungan kerja. Mungkin inilah pelajaran berharga yang harus kita petik dari peristiwa ini.

PMI Jakpus Sigap Tangani Korban Kebakaran di Kebon Kelapa Gambir
PMI Jakpus Sigap Tangani Korban Kebakaran di Kebon Kelapa Gambir

Karena itu, mari kita rapatkan barisan. Jangan saling menyalahkan, apalagi terjebak dalam polemik yang berkepanjangan. Mari kita duduk bersama, berdiskusi secara terbuka, mengevaluasi mekanisme yang selama ini berjalan, kemudian merumuskan model penggalangan dana yang lebih baik, realistis, transparan, dan tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Saya yakin, apabila kita mampu menghadirkan konsep yang tepat, mengedepankan kesukarelaan, serta menjelaskan manfaat dana bagi kegiatan kemanusiaan secara terbuka, dukungan terhadap PMI akan tetap tumbuh.

Pada akhirnya, mari kita kembali kepada niat awal pengabdian. Bekerja di PMI bukan sekadar menjalankan program, mengejar target, atau membuktikan keberhasilan. Lebih dari itu, pengabdian ini adalah ikhtiar untuk membantu sesama dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Luruskan niat, ikhlaskan pengabdian, dan jangan pernah melupakan bahwa yang paling utama bukanlah pujian manusia, melainkan ridha Allah SWT.

Semoga peristiwa ini menjadi bahan muhasabah bagi kita semua, sekaligus momentum untuk memperkuat PMI agar semakin dipercaya, mandiri, dan dicintai masyarakat.

Semoga bermanfaat.
(ADS/74357089)