Category: Bencana & Sosial

  • Aksi Cepat PMI Jakarta Pusat Bantu Warga Usai Kebakaran di Kalibaru

    Aksi Cepat PMI Jakarta Pusat Bantu Warga Usai Kebakaran di Kalibaru

    Jakarta — Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Pusat bergerak cepat membantu penyintas kebakaran yang terjadi di wilayah Kalibaru, Senen, Jakarta Pusat, pada Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.

    Kebakaran tersebut diduga dipicu oleh kebocoran tabung gas. Peristiwa ini mengakibatkan satu kios laundry mengalami kerusakan serta berdampak pada tiga kepala keluarga (KK) dengan total tujuh jiwa.

    Mendapatkan informasi kejadian, tim PMI Jakarta Pusat segera bergerak menuju lokasi. Dengan respons cepat dan sigap, petugas langsung memberikan penanganan kepada para korban. PMI juga membantu korban dengan memberikan perawatan luka di lokasi kejadian.

    Salah satu korban dilaporkan mengalami luka bakar pada telapak kaki akibat upaya menyelamatkan diri dari lantai dua saat kebakaran berlangsung.

    Petugas gabungan berhasil memadamkan api sekitar pukul 11.00 WIB. Saat ini, kondisi di lokasi telah dinyatakan aman dan terkendali.

    PMI Jakarta Pusat mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh kebocoran gas. Masyarakat juga diharapkan memastikan penggunaan peralatan rumah tangga dalam kondisi aman guna mencegah kejadian serupa.

  • PMI Jakpus Salurkan 600 Bingkisan Lebaran untuk Relawan, Pendonor Darah, Yatim, Duafa, dan Disabilitas

    PMI Jakpus Salurkan 600 Bingkisan Lebaran untuk Relawan, Pendonor Darah, Yatim, Duafa, dan Disabilitas

    Jakarta — Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan serta memperkuat kepedulian sosial, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Pusat menyalurkan bantuan bingkisan Lebaran kepada ratusan penerima manfaat pada Jumat (6/3/2026).

    Kegiatan yang mengusung tema “Bakti PMI Ramadhan Peduli” ini diselenggarakan di Yayasan Perguruan Tinggi Ksatriya 51, Jalan Percetakan Negara, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

    Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Eric Pahlevi Zakaria Lumbun, jajaran pengurus PMI Jakarta Pusat, PMI tingkat kecamatan, serta para relawan PMI se-Jakarta Pusat.

    Ketua PMI Kota Jakarta Pusat H. Asep Djuanda menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian PMI terhadap para relawan dan masyarakat yang membutuhkan, khususnya di momentum bulan Ramadhan.

    “Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi momen berbagi kepada sekitar 600 penerima manfaat yang terdiri dari anak yatim piatu, kaum duafa, penyandang disabilitas, para pendonor darah, serta relawan PMI se-Jakarta Pusat,” ujar Asep.

    Ia menambahkan bahwa seluruh bantuan yang disalurkan dalam kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan dan sinergi berbagai mitra strategis melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang dihimpun oleh PMI Jakarta Pusat.

    Beberapa perusahaan yang turut mendukung kegiatan Bakti PMI Ramadhan Peduli di antaranya ASDP, United Tractors, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP), PLN Nusantara Power, PLN Pusat, OCBC Syariah, Taspen, Pegadaian, Bank DKI, PT Pupuk Indonesia, PT Darma Henwa, Agrinas Palma Nusantara, Supreme Energy, PT Oneject Indonesia, Bank BCA, serta PT Inalum.

    Melalui kolaborasi tersebut, PMI Jakarta Pusat dapat menyalurkan paket bingkisan Ramadhan kepada para penerima manfaat sebagai bentuk kepedulian dan dukungan di bulan penuh berkah.

    Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Acara kemudian ditutup dengan buka puasa bersama antara para relawan, tamu undangan, serta penerima manfaat, yang dilanjutkan dengan pembagian dan pengambilan paket bingkisan Ramadhan.

  • PMI Jakpus Bangun Bak Penampungan Air Bersih untuk Penyintas Bencana Longsor di Agam

    PMI Jakpus Bangun Bak Penampungan Air Bersih untuk Penyintas Bencana Longsor di Agam

    Jakarta – (25/02/2026) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Pusat kembali merealisasikan program kemanusiaan dalam Misi Kemanusiaan Tahap II dengan membangun bak penampungan air bersih bagi masyarakat terdampak bencana di kawasan Bukit Jorong Balai Belo, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

    Pembangunan bak penampungan air tersebut dilakukan sebagai respons atas terbatasnya akses air bersih warga pascabencana yang melanda wilayah tersebut. Kerusakan jaringan air sebelumnya menyebabkan masyarakat kesulitan memperoleh pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mandi, dan mencuci.

    Ketua Bidang Penanggulangan Bencana dan Sosial PMI Kota Jakarta Pusat, Rudy Hairuddin, menjelaskan bahwa penyediaan sarana air bersih menjadi salah satu prioritas dalam masa pemulihan.

    “Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat vital. Melalui pembangunan bak penampungan ini, kami berharap masyarakat dapat kembali mengakses air bersih dengan lebih mudah dan layak,” ujarnya.

    Bak penampungan tersebut dirancang untuk menampung dan mendistribusikan air ke warga sekitar, sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Proses pembangunannya juga melibatkan partisipasi relawan PMI dan masyarakat setempat sebagai bentuk gotong royong dan pemberdayaan warga.

    Warga Bukit Jorong Balai Belo menyambut baik bantuan tersebut. Mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya fasilitas penampungan air bersih yang kini dapat digunakan bersama.

    Program ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Misi Kemanusiaan Tahap II PMI Kota Jakarta Pusat di Kabupaten Agam, yang tidak hanya berfokus pada bantuan darurat, tetapi juga pada upaya pemulihan dan penguatan ketahanan masyarakat pascabencana.

    Dengan adanya bak penampungan air bersih tersebut, diharapkan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara lebih baik serta mendukung proses pemulihan kehidupan warga di wilayah terdampak.

  • Dukung Kesiapsiagaan Bencana, PMI Jakpus Bantu Perbaikan Kendaraan Operasional PMI Agam

    Dukung Kesiapsiagaan Bencana, PMI Jakpus Bantu Perbaikan Kendaraan Operasional PMI Agam

    Jakarta – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Pusat memberikan bantuan perbaikan tiga unit mobil operasional milik PMI Agam. Bantuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Misi Kemanusiaan Tahap II PMI Kota Jakarta Pusat di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

    Perbaikan dilakukan terhadap kendaraan operasional yang sebelumnya mengalami kendala teknis akibat intensitas penggunaan dalam penanganan bencana. Kendaraan tersebut memiliki peran penting dalam mendukung distribusi bantuan, evakuasi warga, serta mobilisasi relawan di wilayah terdampak.

    Ketua Bidang Penanggulangan Bencana dan Sosial PMI Kota Jakarta Pusat, Rudy Hairuddin, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk dukungan konkret dalam memperkuat kesiapsiagaan dan pelayanan PMI Agam.

    “Bantuan ini merupakan bagian dari Misi Kemanusiaan Tahap II PMI Jakarta Pusat. Kami ingin memastikan operasional PMI Agam tetap berjalan optimal dalam melayani masyarakat, khususnya dalam situasi tanggap darurat dan pemulihan pascabencana,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Markas PMI Agam, Ade Alfani, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan.

    “Kami sangat berterima kasih kepada PMI Jakarta Pusat atas bantuan perbaikan kendaraan operasional ini. Dukungan ini sangat berarti bagi kami dalam menunjang tugas kemanusiaan di Kabupaten Agam,” ungkapnya.

    Dengan selesainya perbaikan tiga unit mobil operasional tersebut, diharapkan kinerja PMI Agam semakin maksimal dalam menjalankan berbagai program kemanusiaan serta meningkatkan respons cepat terhadap potensi bencana di wilayahnya.

  • PMI Jakpus Perbaiki Toilet dan Tempat Wudhu Masjid Nurul Huda di Agam

    PMI Jakpus Perbaiki Toilet dan Tempat Wudhu Masjid Nurul Huda di Agam

    Jakarta – (18/02/2026) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Pusat memberikan bantuan perbaikan toilet dan tempat wudhu Masjid Nurul Huda yang berlokasi di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

    Bantuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian misi kemanusiaan dalam mendukung pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.

    Perbaikan dilakukan pada fasilitas toilet dan area wudhu yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat dampak bencana dan intensitas penggunaan yang tinggi.

    Fasilitas sanitasi yang layak dinilai penting untuk menunjang kenyamanan dan kebersihan jamaah dalam beribadah, sekaligus mendukung standar kesehatan lingkungan.

    Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Ketua Bidang Penanggulangan Bencana dan Sosial PMI Kota Jakarta Pusat, Rudy Hairuddin, kepada perwakilan PMI Agam dan pengurus Masjid Nurul Huda.

    Dalam sambutannya, Rudy menyampaikan harapannya agar bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

    “Semoga bantuan perbaikan toilet dan tempat wudhu ini bisa bermanfaat bagi jamaah dan warga sekitar. Kami berharap fasilitas yang lebih baik dapat menambah kenyamanan dalam beribadah serta mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari,” ujarnya.

    Sementara itu, pengurus Masjid Nurul Huda menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan PMI Kota Jakarta Pusat. Ia menjelaskan bahwa masjid tersebut memiliki peran penting bagi masyarakat, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai lokasi pengungsian setiap kali terjadi bencana di wilayah tersebut.

    “Masjid ini bukan hanya digunakan untuk shalat berjamaah dan kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi tempat mengungsi warga setiap kali terjadi bencana. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan masyarakat,” ungkapnya.

    Dengan adanya perbaikan fasilitas sanitasi tersebut, diharapkan Masjid Nurul Huda dapat terus berfungsi secara optimal, baik sebagai pusat ibadah maupun sebagai tempat perlindungan sementara bagi warga saat situasi darurat terjadi.

  • Peduli Fasilitas Ibadah, PMI Jakpus Cat Ulang Mushalla dan TPA Nurul Iman

    Peduli Fasilitas Ibadah, PMI Jakpus Cat Ulang Mushalla dan TPA Nurul Iman

    Jakarta – (19/02/2026) PMI Kota Jakarta Pusat melaksanakan kegiatan pengecatan Mushalla sekaligus TPA Nurul Iman yang berlokasi di Jorong Balai Belo, Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

    ‎Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian misi kemanusiaan PMI Kota Jakarta Pusat dalam mendukung pemulihan pascabencana longsor yang melanda wilayah tersebut.

    ‎Selain memperbaiki sarana kebutuhan dasar, PMI juga memberikan perhatian pada fasilitas ibadah dan pendidikan keagamaan sebagai bagian dari pemulihan psikososial masyarakat.

    ‎Mushalla Nurul Iman tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah harian warga, tetapi juga menjadi pusat kegiatan pengajian serta tempat belajar agama bagi anak-anak melalui Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA).

    ‎Kondisi bangunan yang terdampak bencana dan cuaca membuat tampilan mushalla memudar sehingga membutuhkan perbaikan.

    ‎Ketua Bidang Penanggulangan Bencana dan Sosial PMI Kota Jakarta Pusat, Rudy Hairuddin, mengatakan bahwa bantuan pengecatan ini diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat masyarakat.

    ‎“Kami ingin menghadirkan semangat baru bagi warga, khususnya para penyintas bencana longsor. Mushalla bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan anak-anak. Dengan lingkungan yang lebih nyaman dan bersih, semoga semangat spiritual masyarakat semakin meningkat,” ujarnya.

    ‎Proses pengecatan dilakukan bersama pengurus mushalla dan warga sekitar secara gotong royong. Kebersamaan tersebut mencerminkan semangat solidaritas antara relawan PMI dan masyarakat setempat.

    ‎Sofian Sutan Maruf selaku pengurus Mushalla Nurul Iman menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan.

    ‎“Kami sangat berterima kasih kepada PMI Jakarta Pusat atas bantuan pengecatan mushalla dan TPA ini. Bagi kami, tempat ini sangat penting karena selain untuk shalat berjamaah, juga menjadi tempat anak-anak belajar mengaji. Bantuan ini membuat mushalla kami terlihat lebih baik dan nyaman,” ungkapnya.

    ‎Dengan adanya pengecatan tersebut, diharapkan Mushalla dan TPA Nurul Iman dapat kembali menjadi pusat kegiatan ibadah dan pendidikan agama yang lebih representatif, sekaligus memperkuat ketahanan spiritual masyarakat dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana.

  • PMI Jakpus Pasang Pipanisasi untuk Warga Terdampak Longsor di Agam

    PMI Jakpus Pasang Pipanisasi untuk Warga Terdampak Longsor di Agam

    Jakarta — (19/02/2026) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Pusat melaksanakan pemasangan pipanisasi air bersih bagi warga terdampak bencana longsor di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan PMI Kota Jakarta Pusat dalam membantu pemulihan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana.

    Longsor yang terjadi sebelumnya mengakibatkan rusaknya saluran air bersih warga, sehingga aktivitas sehari-hari seperti memasak, mencuci, dan kebutuhan sanitasi menjadi terganggu.

    Pengurus PMI Kota Jakarta Pusat, Edwar, mengatakan bahwa akses air bersih menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak yang harus segera dipulihkan.

    “Air bersih adalah kebutuhan utama masyarakat. Setelah kami melakukan asesmen bersama PMI Agam dan pemerintah nagari, pemasangan pipanisasi menjadi langkah prioritas agar warga tidak lagi kesulitan mendapatkan air,” ujarnya.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat, PMI DKI Jakarta, serta masyarakat Jakarta atas kepedulian dan dukungannya. Bantuan ini adalah wujud solidaritas untuk saudara-saudara kita di Agam,” tambahnya.

    Proses pemasangan pipa dilakukan secara gotong royong bersama PMI Kabupaten Agam dan warga setempat. Sejak pagi hari, tim teknis bersama masyarakat bahu-membahu memasang jaringan pipa baru untuk menggantikan saluran lama yang hancur akibat longsor.

    Metrijon, tokoh adat Nagari Koto Kaciak, menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan.

    “Atas nama masyarakat Nagari Koto Kaciak, kami sangat berterima kasih kepada PMI Jakarta Pusat. Bantuan ini sangat berarti karena sejak bencana terjadi, warga kesulitan mendapatkan air bersih.,” ujarnya.

    Hal senada juga disampaikan salah seorang warga yang merasakan langsung dampak kerusakan saluran air.

    “Bantuan ini sangat bermanfaat sekali, Terima kasih kepada PMI dan semua yang sudah peduli,” katanya.

    Dengan selesainya pemasangan pipanisasi ini, diharapkan kebutuhan air bersih warga dapat kembali terpenuhi secara optimal.

    PMI Kota Jakarta Pusat menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya pemulihan bagi masyarakat terdampak bencana melalui berbagai program kemanusiaan yang berkelanjutan.

  • PMI Jakpus Tutup Misi Kemanusiaan Tahap II, Fokus Pemulihan Infrastruktur dan Spiritual Warga

    PMI Jakpus Tutup Misi Kemanusiaan Tahap II, Fokus Pemulihan Infrastruktur dan Spiritual Warga

    Jakarta – (25/02/2026) Misi kemanusiaan tahap kedua yang dilaksanakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Pusat di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, resmi berakhir pada Senin, 23 Februari 2026.

    Kegiatan yang berlangsung sejak 13 Februari 2026 tersebut melibatkan delapan orang personel PMI Kota Jakarta Pusat. Selama kurang lebih sepuluh hari, tim menjalankan berbagai program pemulihan pascabencana longsor dan banjir yang sebelumnya melanda wilayah tersebut.

    Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kota Jakarta Pusat, Rudy Hairuddin, melaporkan sejumlah capaian kegiatan dalam misi kemanusiaan tahap kedua ini, di antaranya:

    1. Pemasangan pipanisasi air bersih sepanjang 1.500 meter yang menjangkau lima jorong/desa terdampak, setelah jaringan sebelumnya rusak akibat bencana.
    2. Perbaikan toilet dan tempat wudhu Masjid Nurul Huda.
    3. Pembangunan bak penampungan air bersih untuk mendukung kebutuhan harian warga.
    4. Pengecatan Mushalla dan TPA sebagai bagian dari pemulihan fasilitas ibadah dan pendidikan keagamaan.
    5. Perbaikan tiga unit mobil operasional PMI Agam guna menunjang pelayanan kemanusiaan.
    6. Penyaluran donasi seragam untuk guru ngaji dan para murid.
    7. Perbaikan pengeras suara (toa) masjid.
    8. Penyaluran sepatu boot bagi warga terdampak sebagai perlengkapan pendukung aktivitas pascabencana.

    Menurut Rudy, program yang dilaksanakan tidak hanya berfokus pada pemulihan infrastruktur dasar seperti akses air bersih, tetapi juga menyentuh aspek spiritual dan psikososial masyarakat melalui perbaikan fasilitas ibadah dan dukungan terhadap kegiatan pendidikan agama.

    Laporan pelaksanaan misi tersebut diterima langsung oleh Ketua PMI Kota Jakarta Pusat, H. Asep Djuanda. Ia menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras tim yang telah menjalankan misi kemanusiaan tahap kedua di Kabupaten Agam dengan baik.

    “Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kami mengapresiasi semangat solidaritas dan kerja sama tim di lapangan,” ujar Asep.

    Ia juga menambahkan bahwa PMI Kota Jakarta Pusat akan terus membuka peluang dukungan lanjutan sebagai bagian dari upaya recovery wilayah Sumatera Barat pascabencana.

    Dengan selesainya misi tahap kedua ini, diharapkan hasil program yang telah dilaksanakan dapat memperkuat ketahanan masyarakat, baik dari sisi infrastruktur, sosial, maupun spiritual, dalam menghadapi masa pemulihan dan pembangunan kembali pascabencana.

  • Hari Kedua Misi Kemanusiaan, PMI Jakarta Pusat Tinjau dan Siapkan Perbaikan Fasilitas Terdampak Bencana di Kabupaten Agam

    Hari Kedua Misi Kemanusiaan, PMI Jakarta Pusat Tinjau dan Siapkan Perbaikan Fasilitas Terdampak Bencana di Kabupaten Agam

    Agam – (17/02/2026) Memasuki hari kedua misi kemanusiaan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Pusat bersama PMI Kabupaten Agam melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik terdampak banjir dan longsor di Desa Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

    Kegiatan diawali dengan diskusi bersama Wali Nagari Koto Kaciak yang membawahi lima jorong di Kecamatan Tanjung Raya, jajaran PMI Kabupaten Agam, serta perwakilan pihak kecamatan. Pertemuan tersebut bertujuan memetakan kebutuhan paling mendesak bagi warga terdampak sekaligus menyusun langkah penanganan prioritas di wilayah tersebut.

    Pada pukul 08.30 WIB, tim bergerak meninjau lokasi pipanisasi yang mengalami kerusakan akibat longsor. Saluran tersebut sebelumnya menjadi sumber distribusi air bersih bagi lima jorong di wilayah Desa Koto Kaciak.

    Berdasarkan arahan dan instruksi Ketua PMI Kota Jakarta Pusat, H. Asep Djuanda, perbaikan pipanisasi ditetapkan sebagai prioritas utama dalam tahap awal penanganan.

    “Pipanisasi ini sangat urgent untuk segera diperbaiki karena aliran airnya digunakan oleh lima jorong. Jika tidak segera ditangani, kebutuhan air bersih warga akan terganggu dalam waktu lama,” ujar Rudy selaku Kepala Bidang Penanggulangan Bencana dan Sosial PMI Kota Jakarta Pusat.

    Selanjutnya pada pukul 09.30 WIB, tim meninjau sejumlah masjid dan musholla yang terdampak banjir dan longsor. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Masjid Nurul Huda di Desa Koto Kaciak yang mengalami kerusakan pada beberapa bagian bangunan serta fasilitas penunjangnya.

    Rudy menyampaikan bahwa pihaknya berencana melakukan renovasi dan perapihan menyeluruh, khususnya pada fasilitas toilet masjid tersebut. Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Nurul Huda juga difungsikan sebagai lokasi pengungsian sementara bagi warga sekitar yang terdampak bencana.

    “Masjid ini bukan hanya pusat ibadah, tetapi juga menjadi tempat warga mengungsi. Kami berencana memperbaiki fasilitasnya agar kembali layak dan nyaman digunakan, baik untuk beribadah maupun untuk kebutuhan darurat warga,” tambahnya.

    Peninjauan kemudian dilanjutkan ke SMP Negeri 2 Tanjung Raya yang saat ini masih dipenuhi lumpur akibat banjir. Kondisi tersebut memaksa pihak sekolah menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar hingga situasi memungkinkan.

    PMI Jakarta Pusat bersama PMI Agam berencana menggelar kerja bakti bersama pihak sekolah, aparat setempat, dan masyarakat guna mempercepat proses pembersihan lumpur agar aktivitas belajar dapat kembali berjalan normal.

    Tim juga menyambangi sejumlah pemukiman warga untuk melihat langsung kondisi rumah-rumah yang terdampak serta mendata kebutuhan lanjutan, baik kebutuhan logistik, sanitasi, maupun perbaikan infrastruktur dasar.

    Rangkaian kegiatan hari kedua ditutup dengan pembelian material pengecatan dan alat kebersihan yang kemudian langsung digunakan oleh tim PMI Kota Jakarta Pusat untuk melakukan pengecatan serta pembersihan Musholla dan TPA Nurul Iman di Jorong Balai Belo.

    Misi kemanusiaan ini merupakan bagian dari upaya PMI Kota Jakarta Pusat dalam menyalurkan amanah bantuan dari para donatur kepada warga terdampak banjir dan longsor di wilayah Sumatera Barat, khususnya di Kabupaten Agam. Diharapkan, kolaborasi antar-PMI dan dukungan masyarakat dapat mempercepat proses pemulihan serta mengembalikan aktivitas warga ke kondisi yang lebih baik.

  • PMI Jakarta Pusat Lanjutkan Misi Kemanusiaan Tahap Kedua di Kabupaten Agam

    PMI Jakarta Pusat Lanjutkan Misi Kemanusiaan Tahap Kedua di Kabupaten Agam

    Agam – PMI Jakarta Pusat melakukan peninjauan langsung ke lokasi bencana banjir dan longsor di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Senin (16/02/2026).

    Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan asesmen penanganan bencana yang hasilnya akan dilaporkan kepada jajaran pengurus PMI Jakarta Pusat sebagai dasar pengambilan kebijakan dan tindak lanjut bantuan.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari misi kemanusiaan tahap kedua PMI Jakarta Pusat. Sebelumnya, pada tahap pertama, PMI Jakarta Pusat telah menyalurkan bantuan bagi warga terdampak bencana di Aceh Tamiang. Komitmen berkelanjutan ini menunjukkan konsistensi PMI Jakarta Pusat dalam merespons bencana di berbagai daerah.

    Tim PMI Jakarta Pusat yang berjumlah delapan orang dipimpin oleh Rudy Hairuddin selaku Ketua Bidang Penanggulangan Bencana dan Sosial. Peninjauan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan banjir dan longsor dalam beberapa hari terakhir.

    Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Jorong Labuah. Longsor di wilayah tersebut mengakibatkan 70 rumah warga terdampak. Selain itu, satu masjid, dua mushola, satu TPA, dan satu gedung serbaguna turut mengalami kerusakan. Secara keseluruhan, sebanyak 80 kepala keluarga atau sekitar 320 jiwa terdampak bencana.

    Selanjutnya, tim melakukan koordinasi dengan PMI Kabupaten Agam guna membahas langkah penanganan dan kebutuhan mendesak di lapangan.

    Kepala Markas PMI Kabupaten Agam, Ade, menyampaikan apresiasi atas kehadiran PMI Jakarta Pusat.

    “Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan kepedulian PMI Jakarta Pusat. Kehadiran tim secara langsung memberikan semangat bagi kami dan masyarakat terdampak. Sinergi ini sangat penting agar proses penanganan dan pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran,” ujar Ade.

    Tim kemudian meninjau Desa Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, yang menjadi salah satu lokasi terdampak. Di wilayah tersebut, kerusakan pada jaringan pipanisasi air bersih menjadi perhatian utama karena berdampak langsung pada kebutuhan dasar masyarakat.

    Dalam diskusi bersama perangkat nagari, Kepala Desa Koto Kaciak, Syawaldi, menyampaikan harapan dan komitmennya.

    “Kami mewakili masyarakat Desa Koto Kaciak mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Kerusakan pipanisasi air bersih sangat mempengaruhi aktivitas warga. Kami siap bergotong royong bersama PMI dalam proses perbaikan agar fasilitas ini bisa segera dimanfaatkan kembali,” ungkap Syawaldi.

    Rudy menegaskan sesuai arahan Ketua PMI Kota Jakarta Pusat, bahwa hasil asesmen harus segera ditindaklanjuti.

    “Rencana kita akan bantu perbaikan pipanisasi air bersih, pembangunan MCK, perbaikan tempat ibadah, serta pembagian sembako bagi warga terdampak. Ini bagian dari komitmen kami dalam misi kemanusiaan tahap kedua,” jelasnya.

    Melalui kolaborasi antara PMI Jakarta Pusat dan PMI Agam, diharapkan upaya pemulihan pascabencana dapat berjalan optimal serta mampu meringankan beban masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit.