Category: Bencana & Sosial

  • PMI Jakpus Pasang Pipanisasi untuk Warga Terdampak Longsor di Agam

    PMI Jakpus Pasang Pipanisasi untuk Warga Terdampak Longsor di Agam

    Jakarta — (19/02/2026) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Pusat melaksanakan pemasangan pipanisasi air bersih bagi warga terdampak bencana longsor di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan PMI Kota Jakarta Pusat dalam membantu pemulihan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana.

    Longsor yang terjadi sebelumnya mengakibatkan rusaknya saluran air bersih warga, sehingga aktivitas sehari-hari seperti memasak, mencuci, dan kebutuhan sanitasi menjadi terganggu.

    Pengurus PMI Kota Jakarta Pusat, Edwar, mengatakan bahwa akses air bersih menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak yang harus segera dipulihkan.

    “Air bersih adalah kebutuhan utama masyarakat. Setelah kami melakukan asesmen bersama PMI Agam dan pemerintah nagari, pemasangan pipanisasi menjadi langkah prioritas agar warga tidak lagi kesulitan mendapatkan air,” ujarnya.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat, PMI DKI Jakarta, serta masyarakat Jakarta atas kepedulian dan dukungannya. Bantuan ini adalah wujud solidaritas untuk saudara-saudara kita di Agam,” tambahnya.

    Proses pemasangan pipa dilakukan secara gotong royong bersama PMI Kabupaten Agam dan warga setempat. Sejak pagi hari, tim teknis bersama masyarakat bahu-membahu memasang jaringan pipa baru untuk menggantikan saluran lama yang hancur akibat longsor.

    Metrijon, tokoh adat Nagari Koto Kaciak, menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan.

    “Atas nama masyarakat Nagari Koto Kaciak, kami sangat berterima kasih kepada PMI Jakarta Pusat. Bantuan ini sangat berarti karena sejak bencana terjadi, warga kesulitan mendapatkan air bersih.,” ujarnya.

    Hal senada juga disampaikan salah seorang warga yang merasakan langsung dampak kerusakan saluran air.

    “Bantuan ini sangat bermanfaat sekali, Terima kasih kepada PMI dan semua yang sudah peduli,” katanya.

    Dengan selesainya pemasangan pipanisasi ini, diharapkan kebutuhan air bersih warga dapat kembali terpenuhi secara optimal.

    PMI Kota Jakarta Pusat menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya pemulihan bagi masyarakat terdampak bencana melalui berbagai program kemanusiaan yang berkelanjutan.

  • PMI Jakpus Tutup Misi Kemanusiaan Tahap II, Fokus Pemulihan Infrastruktur dan Spiritual Warga

    PMI Jakpus Tutup Misi Kemanusiaan Tahap II, Fokus Pemulihan Infrastruktur dan Spiritual Warga

    Jakarta – (25/02/2026) Misi kemanusiaan tahap kedua yang dilaksanakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Pusat di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, resmi berakhir pada Senin, 23 Februari 2026.

    Kegiatan yang berlangsung sejak 13 Februari 2026 tersebut melibatkan delapan orang personel PMI Kota Jakarta Pusat. Selama kurang lebih sepuluh hari, tim menjalankan berbagai program pemulihan pascabencana longsor dan banjir yang sebelumnya melanda wilayah tersebut.

    Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kota Jakarta Pusat, Rudy Hairuddin, melaporkan sejumlah capaian kegiatan dalam misi kemanusiaan tahap kedua ini, di antaranya:

    1. Pemasangan pipanisasi air bersih sepanjang 1.500 meter yang menjangkau lima jorong/desa terdampak, setelah jaringan sebelumnya rusak akibat bencana.
    2. Perbaikan toilet dan tempat wudhu Masjid Nurul Huda.
    3. Pembangunan bak penampungan air bersih untuk mendukung kebutuhan harian warga.
    4. Pengecatan Mushalla dan TPA sebagai bagian dari pemulihan fasilitas ibadah dan pendidikan keagamaan.
    5. Perbaikan tiga unit mobil operasional PMI Agam guna menunjang pelayanan kemanusiaan.
    6. Penyaluran donasi seragam untuk guru ngaji dan para murid.
    7. Perbaikan pengeras suara (toa) masjid.
    8. Penyaluran sepatu boot bagi warga terdampak sebagai perlengkapan pendukung aktivitas pascabencana.

    Menurut Rudy, program yang dilaksanakan tidak hanya berfokus pada pemulihan infrastruktur dasar seperti akses air bersih, tetapi juga menyentuh aspek spiritual dan psikososial masyarakat melalui perbaikan fasilitas ibadah dan dukungan terhadap kegiatan pendidikan agama.

    Laporan pelaksanaan misi tersebut diterima langsung oleh Ketua PMI Kota Jakarta Pusat, H. Asep Djuanda. Ia menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras tim yang telah menjalankan misi kemanusiaan tahap kedua di Kabupaten Agam dengan baik.

    “Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kami mengapresiasi semangat solidaritas dan kerja sama tim di lapangan,” ujar Asep.

    Ia juga menambahkan bahwa PMI Kota Jakarta Pusat akan terus membuka peluang dukungan lanjutan sebagai bagian dari upaya recovery wilayah Sumatera Barat pascabencana.

    Dengan selesainya misi tahap kedua ini, diharapkan hasil program yang telah dilaksanakan dapat memperkuat ketahanan masyarakat, baik dari sisi infrastruktur, sosial, maupun spiritual, dalam menghadapi masa pemulihan dan pembangunan kembali pascabencana.

  • Hari Kedua Misi Kemanusiaan, PMI Jakarta Pusat Tinjau dan Siapkan Perbaikan Fasilitas Terdampak Bencana di Kabupaten Agam

    Hari Kedua Misi Kemanusiaan, PMI Jakarta Pusat Tinjau dan Siapkan Perbaikan Fasilitas Terdampak Bencana di Kabupaten Agam

    Agam – (17/02/2026) Memasuki hari kedua misi kemanusiaan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Pusat bersama PMI Kabupaten Agam melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik terdampak banjir dan longsor di Desa Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

    Kegiatan diawali dengan diskusi bersama Wali Nagari Koto Kaciak yang membawahi lima jorong di Kecamatan Tanjung Raya, jajaran PMI Kabupaten Agam, serta perwakilan pihak kecamatan. Pertemuan tersebut bertujuan memetakan kebutuhan paling mendesak bagi warga terdampak sekaligus menyusun langkah penanganan prioritas di wilayah tersebut.

    Pada pukul 08.30 WIB, tim bergerak meninjau lokasi pipanisasi yang mengalami kerusakan akibat longsor. Saluran tersebut sebelumnya menjadi sumber distribusi air bersih bagi lima jorong di wilayah Desa Koto Kaciak.

    Berdasarkan arahan dan instruksi Ketua PMI Kota Jakarta Pusat, H. Asep Djuanda, perbaikan pipanisasi ditetapkan sebagai prioritas utama dalam tahap awal penanganan.

    “Pipanisasi ini sangat urgent untuk segera diperbaiki karena aliran airnya digunakan oleh lima jorong. Jika tidak segera ditangani, kebutuhan air bersih warga akan terganggu dalam waktu lama,” ujar Rudy selaku Kepala Bidang Penanggulangan Bencana dan Sosial PMI Kota Jakarta Pusat.

    Selanjutnya pada pukul 09.30 WIB, tim meninjau sejumlah masjid dan musholla yang terdampak banjir dan longsor. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Masjid Nurul Huda di Desa Koto Kaciak yang mengalami kerusakan pada beberapa bagian bangunan serta fasilitas penunjangnya.

    Rudy menyampaikan bahwa pihaknya berencana melakukan renovasi dan perapihan menyeluruh, khususnya pada fasilitas toilet masjid tersebut. Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Nurul Huda juga difungsikan sebagai lokasi pengungsian sementara bagi warga sekitar yang terdampak bencana.

    “Masjid ini bukan hanya pusat ibadah, tetapi juga menjadi tempat warga mengungsi. Kami berencana memperbaiki fasilitasnya agar kembali layak dan nyaman digunakan, baik untuk beribadah maupun untuk kebutuhan darurat warga,” tambahnya.

    Peninjauan kemudian dilanjutkan ke SMP Negeri 2 Tanjung Raya yang saat ini masih dipenuhi lumpur akibat banjir. Kondisi tersebut memaksa pihak sekolah menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar hingga situasi memungkinkan.

    PMI Jakarta Pusat bersama PMI Agam berencana menggelar kerja bakti bersama pihak sekolah, aparat setempat, dan masyarakat guna mempercepat proses pembersihan lumpur agar aktivitas belajar dapat kembali berjalan normal.

    Tim juga menyambangi sejumlah pemukiman warga untuk melihat langsung kondisi rumah-rumah yang terdampak serta mendata kebutuhan lanjutan, baik kebutuhan logistik, sanitasi, maupun perbaikan infrastruktur dasar.

    Rangkaian kegiatan hari kedua ditutup dengan pembelian material pengecatan dan alat kebersihan yang kemudian langsung digunakan oleh tim PMI Kota Jakarta Pusat untuk melakukan pengecatan serta pembersihan Musholla dan TPA Nurul Iman di Jorong Balai Belo.

    Misi kemanusiaan ini merupakan bagian dari upaya PMI Kota Jakarta Pusat dalam menyalurkan amanah bantuan dari para donatur kepada warga terdampak banjir dan longsor di wilayah Sumatera Barat, khususnya di Kabupaten Agam. Diharapkan, kolaborasi antar-PMI dan dukungan masyarakat dapat mempercepat proses pemulihan serta mengembalikan aktivitas warga ke kondisi yang lebih baik.

  • PMI Jakarta Pusat Lanjutkan Misi Kemanusiaan Tahap Kedua di Kabupaten Agam

    PMI Jakarta Pusat Lanjutkan Misi Kemanusiaan Tahap Kedua di Kabupaten Agam

    Agam – PMI Jakarta Pusat melakukan peninjauan langsung ke lokasi bencana banjir dan longsor di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Senin (16/02/2026).

    Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan asesmen penanganan bencana yang hasilnya akan dilaporkan kepada jajaran pengurus PMI Jakarta Pusat sebagai dasar pengambilan kebijakan dan tindak lanjut bantuan.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari misi kemanusiaan tahap kedua PMI Jakarta Pusat. Sebelumnya, pada tahap pertama, PMI Jakarta Pusat telah menyalurkan bantuan bagi warga terdampak bencana di Aceh Tamiang. Komitmen berkelanjutan ini menunjukkan konsistensi PMI Jakarta Pusat dalam merespons bencana di berbagai daerah.

    Tim PMI Jakarta Pusat yang berjumlah delapan orang dipimpin oleh Rudy Hairuddin selaku Ketua Bidang Penanggulangan Bencana dan Sosial. Peninjauan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan banjir dan longsor dalam beberapa hari terakhir.

    Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Jorong Labuah. Longsor di wilayah tersebut mengakibatkan 70 rumah warga terdampak. Selain itu, satu masjid, dua mushola, satu TPA, dan satu gedung serbaguna turut mengalami kerusakan. Secara keseluruhan, sebanyak 80 kepala keluarga atau sekitar 320 jiwa terdampak bencana.

    Selanjutnya, tim melakukan koordinasi dengan PMI Kabupaten Agam guna membahas langkah penanganan dan kebutuhan mendesak di lapangan.

    Kepala Markas PMI Kabupaten Agam, Ade, menyampaikan apresiasi atas kehadiran PMI Jakarta Pusat.

    “Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan kepedulian PMI Jakarta Pusat. Kehadiran tim secara langsung memberikan semangat bagi kami dan masyarakat terdampak. Sinergi ini sangat penting agar proses penanganan dan pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran,” ujar Ade.

    Tim kemudian meninjau Desa Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, yang menjadi salah satu lokasi terdampak. Di wilayah tersebut, kerusakan pada jaringan pipanisasi air bersih menjadi perhatian utama karena berdampak langsung pada kebutuhan dasar masyarakat.

    Dalam diskusi bersama perangkat nagari, Kepala Desa Koto Kaciak, Syawaldi, menyampaikan harapan dan komitmennya.

    “Kami mewakili masyarakat Desa Koto Kaciak mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Kerusakan pipanisasi air bersih sangat mempengaruhi aktivitas warga. Kami siap bergotong royong bersama PMI dalam proses perbaikan agar fasilitas ini bisa segera dimanfaatkan kembali,” ungkap Syawaldi.

    Rudy menegaskan sesuai arahan Ketua PMI Kota Jakarta Pusat, bahwa hasil asesmen harus segera ditindaklanjuti.

    “Rencana kita akan bantu perbaikan pipanisasi air bersih, pembangunan MCK, perbaikan tempat ibadah, serta pembagian sembako bagi warga terdampak. Ini bagian dari komitmen kami dalam misi kemanusiaan tahap kedua,” jelasnya.

    Melalui kolaborasi antara PMI Jakarta Pusat dan PMI Agam, diharapkan upaya pemulihan pascabencana dapat berjalan optimal serta mampu meringankan beban masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit.

  • Ratusan Relawan PMI Jakpus Ikut Kerja Bakti Gerakan Jaga Jakarta Bersih

    Ratusan Relawan PMI Jakpus Ikut Kerja Bakti Gerakan Jaga Jakarta Bersih

    Jakarta — Ratusan relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Pusat turut ambil bagian dalam kegiatan kerja bakti gotong royong melalui gerakan Jaga Jakarta Bersih yang digelar di Jalan Cempaka Putih Tengah RT 07/RW 05, Kelurahan Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat, Minggu (8/2/2026) pagi.

    Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan saluran air kali yang kerap dipenuhi sampah dan berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD).

    Selain saluran air, pembersihan juga dilakukan pada area semak-semak dan titik-titik genangan air di sekitar permukiman warga.

    Kerja bakti tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dan Wali Kota Jakarta Pusat Arifin.

    Kehadiran jajaran pemerintah daerah ini menjadi bentuk dukungan terhadap upaya kolaboratif dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

    “Hari ini secara bersamaan kita mengikuti kerja bakti gotong royong melalui gerakan Jaga Jakarta Bersih,” ujar Rano Karno.

    Ketua PMI Jakarta Pusat H. Asep Djuanda mengatakan, PMI Jakarta Pusat telah mengerahkan relawan dari masing-masing kecamatan untuk membantu menyukseskan kegiatan tersebut.

    “Jadi kita sudah kerahkan masing-masing relawan dari kecamatan untuk membantu kegiatan ini,” ujar H. Asep Djuanda.

    Selain relawan PMI, kegiatan ini juga melibatkan berbagai unsur peserta, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP), hingga warga.

    Para peserta bergotong royong membersihkan sampah di saluran kali, memangkas semak-semak, serta menguras genangan air guna memutus rantai penyebaran DBD.

    Selain terjun langsung ke lapangan, para relawan PMI Jakarta Pusat juga membantu mendistribusikan alat-alat kebersihan ke seluruh kecamatan di wilayah Jakarta Pusat, seperti skop, cangkul, karung, dan gerobak dorong.

    Melalui semangat kolaborasi dan pengabdian, PMI Jakarta Pusat terus mendukung upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi warga Jakarta, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

  • PMI Jakpus Tanamkan Kesiapsiagaan Bencana Sejak Dini

    PMI Jakpus Tanamkan Kesiapsiagaan Bencana Sejak Dini

    Jakarta – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Pusat menggelar kegiatan Sosialisasi Tanggap Bencana bagi anak-anak TK Aisyiyah Bustanul Athfal 14, Selasa (3/2/2026).

    Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman dasar tentang kebencanaan sejak usia dini, agar anak-anak lebih siap dan tidak panik saat menghadapi situasi darurat.

    Sosialisasi dikemas secara edukatif dan menyenangkan melalui permainan, cerita, serta simulasi sederhana yang mudah dipahami oleh anak-anak.

    Para relawan PMI Jakarta Pusat mengenalkan berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi di lingkungan sekitar, seperti kebakaran dan gempa bumi, serta langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan diri.

    Anak-anak tampak antusias mengikuti kegiatan dan berinteraksi langsung dengan para petugas.

    PMI Kota Jakarta Pusat berharap melalui kegiatan ini, kesadaran dan kesiapsiagaan bencana dapat ditanamkan sejak dini, sekaligus mendukung terciptanya generasi yang tangguh dan peduli terhadap keselamatan diri maupun lingkungan sekitar.

    Kegiatan sosialisasi ini juga menjadi bagian dari komitmen PMI dalam upaya pengurangan risiko bencana melalui edukasi berkelanjutan di lingkungan pendidikan.

  • Sigap, PMI Jakpus Beri Pertolongan Warga Terdampak Kebakaran Kemayoran

    Sigap, PMI Jakpus Beri Pertolongan Warga Terdampak Kebakaran Kemayoran

    Jakarta – Kebakaran melanda kawasan permukiman padat penduduk di wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (2/2/2026) sore.

    Peristiwa tersebut menyebabkan kepanikan warga dan sejumlah korban mengalami luka ringan hingga sedang.

    Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Pusat yang berada di lokasi kejadian langsung bergerak cepat memberikan pertolongan pertama kepada warga terdampak.

    Beberapa korban dilaporkan mengalami luka sobek pada bagian lengan dan bibir akibat terkena pecahan benda keras saat berusaha menyelamatkan diri.

    Tim PMI melakukan penanganan awal berupa pembersihan luka, penghentian perdarahan, serta pemberian perban untuk mencegah infeksi.

    Berdasarkan informasi di lapangan, pada pukul 18.50 WIB api berhasil dipadamkan, dan sekitar pukul 18.55 WIB petugas melakukan proses pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang berpotensi kembali menyala.

    PMI Kota Jakarta Pusat terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kebutuhan medis warga terdampak terpenuhi serta mendukung penanganan pascakebakaran agar situasi tetap aman dan kondusif.

  • Meski Banjir, PMI Jakpus Sigap Bergerak Salurkan Bantuan di Petamburan

    Meski Banjir, PMI Jakpus Sigap Bergerak Salurkan Bantuan di Petamburan

    Jakarta — Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Pusat menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak banjir di wilayah Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang (30/01/2026).

    Bantuan yang diberikan berupa nasi box untuk kebutuhan makan pagi bagi warga yang terdampak banjir.

    Sebanyak 300 jiwa dari 86 kepala keluarga (KK) menerima bantuan tersebut.

    Penyaluran bantuan dilakukan sebagai bentuk kepedulian PMI Jakarta Pusat dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah kondisi banjir yang masih menggenangi sebagian wilayah.

    Tim PMI Kota Jakarta Pusat tetap bergerak ke lokasi untuk membagikan bantuan meskipun banjir masih terjadi.

    Dengan penuh dedikasi, relawan PMI mendistribusikan nasi box secara langsung kepada warga agar bantuan dapat diterima tepat waktu dan tepat sasaran.

    PMI Jakarta Pusat terus berkoordinasi dengan pihak terkait serta memantau kondisi di lapangan untuk memastikan kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi.

    Selain bantuan pangan, PMI juga mengimbau warga untuk tetap menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan guna mencegah penyakit pascabanjir.

    PMI Kota Jakarta Pusat berkomitmen untuk selalu hadir dan memberikan pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam situasi darurat bencana.

  • PMI Jakpus Bantu Pemulihan Warga Karet Tengsin Terdampak Banjir

    PMI Jakpus Bantu Pemulihan Warga Karet Tengsin Terdampak Banjir

    Jakarta – (23/01/2026) Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Pusat turut membantu proses pemulihan warga Kelurahan Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang terdampak banjir.

    Bantuan diberikan kepada warga yang mengungsi akibat luapan air yang merendam permukiman mereka.

    Dalam upaya kemanusiaan tersebut, PMI Jakarta Pusat memberikan berbagai pelayanan kepada para pengungsi, di antaranya pemeriksaan kesehatan dan pembagian makan siang.

    Layanan cek kesehatan dilakukan untuk memastikan kondisi para pengungsi tetap terpantau, terutama bagi kelompok rentan seperti Ibu, anak serta lansia.

    Selain pelayanan kesehatan, PMI juga menyalurkan bantuan konsumsi berupa makan siang kepada seluruh warga yang berada di lokasi pengungsian.

    Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang harus meninggalkan rumah mereka sementara waktu akibat banjir.

    Diketahui, terdapat empat titik pengungsian yang digunakan oleh warga Karet Tengsin, yaitu RPTRA Segas, RPTRA Intiland, Aula Masjid Muhajirin, dan PAUD Nusantara.

    Relawan PMI Jakarta Pusat disiagakan di lokasi-lokasi tersebut untuk membantu kebutuhan dasar pengungsi serta melakukan pemantauan kondisi kesehatan secara berkala.

    PMI Jakarta Pusat menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan memantau perkembangan situasi di lapangan guna memastikan bantuan dapat diberikan secara optimal hingga kondisi dinyatakan aman dan warga dapat kembali ke rumah masing-masing.

  • Kebakaran Melanda Rumah di Kwitang, PMI Jakpus Sigap Berikan Pertolongan Pertama

    Kebakaran Melanda Rumah di Kwitang, PMI Jakpus Sigap Berikan Pertolongan Pertama

    Jakarta – Sebuah rumah penduduk di Kwitang, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, dilanda kebakaran pada Kamis (22/1/2026). Kebakaran terjadi di rumah yang berlokasi di Jalan Kramat Kwitang III RT 08 RW 06.

    Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Pusat segera dikerahkan untuk membantu menangani korban dan memberikan pertolongan pertama di lokasi kejadian.

    Tim PMI mengevakuasi dan menangani petugas pemadam kebakaran serta warga yang mengalami luka akibat insiden tersebut.

    Kebakaran ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi antar petugas di lapangan.

    PMI Jakarta Pusat terus memantau kondisi korban dan memastikan mereka mendapatkan perawatan medis yang diperlukan.