Category: Berita PMR

  • PMI Jakarta Pusat Gelar Musyawarah FKP PMR di SMPN 216 Jakarta

    PMI Jakarta Pusat Gelar Musyawarah FKP PMR di SMPN 216 Jakarta

    Jakarta – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Pusat menggelar Musyawarah Forum Komunikasi Pembina (FKP) Palang Merah Remaja (PMR) di SMPN 216 Jakarta pada Kamis (12/10/2026).

    Kegiatan yang dilaksanakan dua tahun sekali ini bertujuan untuk memilih ketua serta menyusun kepengurusan FKP PMR yang baru sebagai upaya memperkuat koordinasi dan peran pembina PMR di wilayah Jakarta Pusat.

    Acara tersebut dihadiri oleh Ketua dan jajaran pengurus PMI Kota Jakarta Pusat, Kepala SMPN 216 Jakarta, serta para pembina PMR dari berbagai sekolah se-Jakarta Pusat.

    Ketua Bidang PMR dan Relawan PMI Kota Jakarta Pusat, H. Syamsul Qomar, menyampaikan bahwa musyawarah ini tidak hanya menjadi ajang pemilihan ketua dan kepengurusan baru, tetapi juga sebagai sarana pembinaan bagi para pembina PMR.

    “Melalui musyawarah ini, kami berharap para pembina PMR dapat semakin meningkatkan kapasitasnya dalam membina anggota, sehingga mampu mencetak kader-kader yang berkualitas, berdedikasi tinggi, memiliki nilai-nilai kemanusiaan, serta berjiwa kepemimpinan,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua PMI Kota Jakarta Pusat, H. Asep Djuanda, berharap hasil musyawarah ini dapat mendukung PMI dalam pengembangan kurikulum kegiatan ekstrakurikuler kepalangmerahan di sekolah.

    “Kami berharap forum ini dapat melahirkan gagasan dan program yang mampu memperkuat kegiatan PMR di sekolah, khususnya dalam pengembangan kurikulum ekstrakurikuler kepalangmerahan yang lebih terarah dan berkualitas,” tuturnya.

    Berdasarkan hasil musyawarah, peserta forum secara aklamasi menetapkan Kunaeni sebagai Ketua Forum Komunikasi Pembina PMR PMI Kota Jakarta Pusat untuk masa bakti 2026–2028.

    Dengan kepemimpinan baru ini, diharapkan FKP PMR Jakarta Pusat semakin solid, profesional, dan mampu memperkuat pembinaan kader-kader PMR di sekolah.

  • Kunaeni Terpilih sebagai Ketua FKP PMR PMI Jakarta Pusat Masa Bakti 2026–2028

    Kunaeni Terpilih sebagai Ketua FKP PMR PMI Jakarta Pusat Masa Bakti 2026–2028

    Jakarta – Kunaeni resmi terpilih sebagai Ketua Forum Komunikasi Pembina (FKP) PMR PMI Kota Jakarta Pusat untuk masa bakti 2026–2028 dalam musyawarah yang dilaksanakan di SMPN 216 Jakarta pada Kamis (12/02/2026).

    Musyawarah yang dihadiri jajaran pengurus PMI Kota Jakarta Pusat serta para pembina PMR se-Jakarta Pusat tersebut berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan.

    Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pembina PMR dalam membentuk generasi muda yang berkarakter dan berjiwa kemanusiaan.

    Dalam sambutannya, Kunaeni menyampaikan rasa terima kasih kepada PMI Kota Jakarta Pusat, jajaran pengurus PMI, serta seluruh pembina PMR yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk mengemban amanah sebagai ketua.

    “Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan. Semoga amanah ini dapat saya jalankan dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan Forum Komunikasi Pembina PMR Jakarta Pusat,” ujarnya.

    Kunaeni yang juga merupakan pengajar di SDN 03 Menteng ini mengusung visi untuk mewujudkan Forum Komunikasi Pembina PMR se-Jakarta Pusat yang lebih solid, profesional, dan berintegritas dalam membentuk generasi muda yang berkarakter tangguh serta berjiwa kemanusiaan dalam menolong sesama.

    Adapun misi yang akan dijalankan selama masa bakti 2026–2028 meliputi:

    1. Memperkuat sinergi dan komunikasi antar pembina PMR se-Kota Jakarta Pusat melalui program yang kolaboratif dan berkelanjutan.
    2. Meningkatkan kompetensi pembina PMR melalui pelatihan serta pengembangan kapasitas yang terarah.
    3. Menanamkan nilai kemanusiaan, kedisiplinan, dan kejujuran sebagai pondasi utama dalam setiap kegiatan PMR.
    4. Menghadirkan program yang inovatif dan adaptif, selaras dengan kebutuhan generasi muda serta perkembangan zaman.
    5. Membangun forum yang transparan, partisipatif, dan penuh semangat kebersamaan.

    Dengan kepemimpinan baru untuk periode 2026–2028 ini, diharapkan Forum Komunikasi Pembina PMR PMI Kota Jakarta Pusat semakin solid dan mampu melahirkan kader-kader PMR yang berkualitas, berdedikasi, serta siap menjadi generasi penerus yang peduli dan tanggap terhadap sesama.

  • PMI Jakpus Gelar Workshop Literasi AI untuk Tingkatkan Kapasitas Relawan

    PMI Jakpus Gelar Workshop Literasi AI untuk Tingkatkan Kapasitas Relawan

    Jakarta – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Pusat menggelar Workshop Literasi Kecerdasan Buatan (AI) bagi Relawan PMI (PMR, KSR, TSR).

    Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan digital relawan di era teknologi yang terus berkembang.

    Kegiatan berlangsung di Aula Serbaguna Utama Kantor Walikota Kota Administrasi Jakarta Pusat, Minggu (30/11/2025).

    Diikuti oleh ratusan peserta ini bertujuan membekali para relawan dengan pemahaman dasar mengenai kecerdasan buatan, cara memanfaatkannya secara bijak, serta penerapannya dalam aksi kemanusiaan dan edukasi publik.

    Dalam kegiatan ini, peserta tidak hanya menerima materi pengantar mengenai Artificial Intelligence (AI), tetapi juga terlibat langsung dalam praktik membuat konten edukasi, seperti poster, caption, dan video pendek menggunakan bantuan teknologi AI.

    Kepala Suku Dinas Pendidikan I Kota Administrasi Jakarta Pusat, Ade Riswanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa literasi Artificial Intelligence (AI) merupakan kemampuan penting bagi remaja saat ini.

    “Media sosial dan teknologi AI memiliki dampak besar terhadap kehidupan generasi muda. Melalui workshop ini, kami berharap anggota PMR, KRS, dan TSR dapat memanfaatkan teknologi secara positif, kritis, dan bertanggung jawab, serta menjadi pelopor informasi yang benar dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

    Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi dengan MNC Peduli dan MNC University, yang turut memberikan dukungan teknis.

    PMI Kota Jakarta Pusat menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut sehingga workshop dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi peserta.

    Selain menerima materi mengenai Artificial Intelligence (AI), para peserta juga dikenalkan dengan etika penggunaan teknologi, cara mengenali hoaks, teknik dasar “prompting”, serta bagaimana menggunakan AI untuk kegiatan kemanusiaan seperti kampanye donor darah, edukasi kesehatan, dan kesiapsiagaan bencana.

    Workshop ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kapasitas digital anggota PMR, ksr dan TSR serta mendorong mereka untuk menjadi duta literasi digital di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

    Melalui kegiatan seperti ini, PMI Kota Jakarta Pusat terus berkomitmen mendukung pengembangan remaja sebagai generasi yang cerdas, peduli, dan melek teknologi.

  • Ratusan Siswa SMAN 68 Jakarta Ikuti Cek Golongan Darah PMI Jakpus

    Ratusan Siswa SMAN 68 Jakarta Ikuti Cek Golongan Darah PMI Jakpus

    Jakarta – PMI Jakarta Pusat menggelar kegiatan pemeriksaan golongan darah dan hemoglobin bagi para siswa SMAN 68 Jakarta pada Kamis, 13 November 2025.

    Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dengan total 400 lebih siswa berpartisipasi dalam pemeriksaan kesehatan tersebut.

    Acara ini turut dihadiri oleh Ketua PMI Jakarta Pusat, H. Asep Djuanda, perwakilan pihak sekolah SMAN 68 Jakarta, perwakilan sponsorship dari PPI, serta tim petugas kesehatan PMI.

    Kolaborasi ini dihadirkan untuk memberikan edukasi dan layanan kesehatan dasar secara langsung kepada pelajar.

    Ketua PMI Jakarta Pusat, H. Asep Djuanda, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini memiliki manfaat besar tidak hanya bagi siswa, tetapi juga bagi masyarakat luas.

    “Pemeriksaan golongan darah dan hemoglobin sangat penting. Ini bukan hanya bermanfaat bagi para siswa untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka, tetapi juga bagi orang lain, terutama ketika suatu saat mereka ingin berdonor atau membutuhkan informasi medis,” ujarnya.

    Antusiasme tinggi juga terlihat dari para peserta. Ayna, salah satu siswa SMAN 68, mengungkapkan rasa senangnya dapat mengikuti kegiatan ini.

    “Saya senang bisa ikut kegiatan ini karena akhirnya tahu golongan darah sendiri. Petugasnya juga ramah, informatif, dan profesional,” katanya.

    Melalui kegiatan ini, PMI Jakarta Pusat berharap semakin banyak pelajar yang peduli terhadap kesehatan diri serta memahami pentingnya informasi dasar seperti golongan darah dan kadar hemoglobin.

    PMI berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan positif di lingkungan sekolah.

  • Semangat Baru! 65 Anggota PMR SMPN 8 Jakarta Resmi Dilantik

    Semangat Baru! 65 Anggota PMR SMPN 8 Jakarta Resmi Dilantik

    Jakarta – Sebanyak 65 siswa dan siswi SMPN 8 Jakarta resmi dilantik menjadi anggota Palang Merah Remaja (PMR) PMI Jakarta Pusat pada Jumat, (7/11/2025).

    Acara pelantikan berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat di lingkungan sekolah.

    Kegiatan dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ibu Herlin Sundari, yang didampingi oleh Pembina PMR, Ibu Zarirah.

    Dalam sambutannya, pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas antusiasme para siswa yang telah mengikuti proses pembinaan hingga akhirnya resmi menjadi bagian dari keluarga besar PMR.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Bidang PMR dan Relawan PMI Kota Jakarta Pusat, Bapak Drs. H. Syamsul Qomar, Ketua PMI Kecamatan Menteng, Ibu Aulia Andra serta Pelatih PMR Ibu Eva Apriani

    Keduanya memberikan motivasi dan pesan inspiratif agar para anggota baru terus menumbuhkan semangat kemanusiaan, kedisiplinan, serta rasa tanggung jawab dalam setiap kegiatan kepalangmerahan.

    Pelantikan ini diharapkan menjadi awal langkah bagi para siswa untuk berperan aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, serta menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

  • Wujudkan Relawan Tangguh, KSR PMI Jakarta Pusat Ikuti Pelatihan Nasional Air dan Sanitasi

    Wujudkan Relawan Tangguh, KSR PMI Jakarta Pusat Ikuti Pelatihan Nasional Air dan Sanitasi

    M. Azhar Fahrur Rohman, anggota Korps Sukarela (KSR) PMI Kota Jakarta Pusat berhasil lolos sebagai salah satu dari dua peserta yang mewakili PMI Provinsi DKI Jakarta.

    Keikutsertaan Azhar menjadi kebanggaan tersendiri bagi PMI Jakarta Pusat.

    Kegiatan Pelatihan Operator Utama Air dan Sanitasi yang diselenggarakan Palang Merah Indonesia (PMI) itu berlangsung pada beberapa hari yang lalu, 28 September hingga 4 Oktober 2025 di Pusdiklat PMI Pusat, Jatinangor Sumedang Jawa Barat.

    Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta terpilih dari seluruh Indonesia yang telah melewati proses seleksi ketat.

    Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas relawan PMI dalam bidang air bersih, sanitasi, dan promosi kebersihan (WASH), terutama dalam situasi tanggap darurat bencana.

    Para peserta dibekali pengetahuan teknis, keterampilan lapangan, serta kemampuan koordinasi dalam pengelolaan fasilitas air dan sanitasi bagi masyarakat terdampak.

    Ketua Bidang PMR dan Relawan PMI Kota Jakarta Pusat, H. Syamsul Qomar, menyampaikan apresiasi dan dukungannya kepada peserta yang lolos.

    “Kami bangga ada perwakilan dari Jakarta Pusat yang berhasil mengikuti pelatihan tingkat nasional ini. Kompetensi di bidang air dan sanitasi sangat penting untuk mendukung saat penanganan bencana,” ujar Qomar.

    Melalui kegiatan ini, berharap peserta yang mengikuti dapat menjadi operator andal yang mampu menerapkan ilmu dan keterampilan di lapangan serta membagikannya kepada relawan lainnya di PMI Kota Jakarta Pusat, tutup Qomar.

  • PMI Jakpus Sosialisasikan Bulan Dana ke Pengelola Pasar

    PMI Jakpus Sosialisasikan Bulan Dana ke Pengelola Pasar

    Jakarta – Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Pusat, Senin (13/10/2025), mensosialisasikan penggalangan Bulan Dana kepada pengelola pasar tradisional yang dikelola Perumda Pasar Jaya.

    Kegiatan yang diadakan di Ruang Pola Kantor Wali Kota Jakarta Pusat ini, dihadiri Wakil Wali Kota Eric PZ Lumbun dan perwakilan 38 pengelola pasar tradisional.

    Dalam arahannya, Eric PZ Lumbun mengatakan, PMI merupakan garda terdepan kemanusiaan di Jakarta mulai dari donor darah, penanggulangan bencana hingga berbagai kegiatan sosial untuk membantu masyarakat.

    “Dalam melaksanakan operasional, PMI Jakarta Pusat membutuhkan bantuan tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga dunia usaha dan masyarakat,” ujar Eric. 

    Melalui Bulan Dana PMI ini, Eric mengajak pelaku usaha dan pengelola pasar tradisional untuk ikut berpartisipasi membantu PMI. 

    “Partisipasi pelaku usaha sangat strategis untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan dari PMI,” ungkapnya. 

    “Setiap rupiah yang terkumpul merupakan wujud nyata solidaritas kemanusiaan,” tegasnya.

    Sementara Ketua PMI Jakarta Pusat, Asep Djuanda memaparkan, pihaknya menargetkan raihan Bulan Dana 2025 bisa mencapai Rp 10 miliar.

    “Hingga hari ini, capaian bulan dana PMI 2025 di Jakarta Pusat sudah mencapai Rp 2,8 miliar,” paparnya. 

    Ia menambahkan, dana yang terkumpul melalui Bulan Dana PMI akan dipergunakan untuk membiayai kegiatan PMI selama 2026. 

    “Kami memiliki empat kegiatan di antaranya donor darah, pelayanan kesehatan, kebencanaan, pembinaan Palang Merah Remaja (PMR) dan Relawan,” tutupnya. 

  • Ketua Bidang PMR & Relawan PMI Jakpus Resmikan Acara Canopy 2025 di SMAN 27 Jakarta

    Ketua Bidang PMR & Relawan PMI Jakpus Resmikan Acara Canopy 2025 di SMAN 27 Jakarta

    Jakarta, — (27/09/2025) Ketua Bidang PMR & Relawan PMI Jakarta Pusat, H. Syamsul Qomar, menghadiri sekaligus membuka secara resmi acara Canopy 2025 (Championship and Advancement Network Of Outstanding PMR Youth) yang digelar di halaman SMAN 27 Jakarta, Jl. Mardani Raya No.39, RT.2/RW.5, Johar Baru, Jakarta Pusat.

    Dalam sambutannya, H. Syamsul Qomar menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas terselenggaranya kegiatan yang menjadi wadah pembinaan, kompetisi, sekaligus penguatan jejaring Palang Merah Remaja (PMR). Ia menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menanamkan nilai kemanusiaan, solidaritas, serta kesiapsiagaan sejak dini.

    Acara Canopy 2025 diikuti oleh 1.785 peserta dari 99 sekolah se-DKI Jakarta. Berbagai kegiatan dan perlombaan kepalangmerahan digelar dengan penuh semangat, menumbuhkan sportivitas sekaligus mempererat persaudaraan antaranggota PMR.

    Dengan dibukanya acara secara resmi, suasana semarak dan penuh antusiasme mewarnai halaman SMAN 27 Jakarta, menandai dimulainya rangkaian kegiatan Canopy 2025.

  • PMI Jakarta Pusat Gelar Orientasi Pembina PMR untuk Peningkatan Kapasitas SDM

    PMI Jakarta Pusat Gelar Orientasi Pembina PMR untuk Peningkatan Kapasitas SDM

    Jakarta — (27/8/2025), Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Pusat sukses menggelar acara orientasi untuk para Pembina Palang Merah Remaja (PMR). Bertempat di Hotel Horison Balairung Jakarta, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di kalangan PMR wilayah Jakarta Pusat.

    Acara ini dihadiri oleh 50 pembina PMR dari berbagai sekolah di Jakarta Pusat. Ketua PMI Kota Jakarta Pusat, Bapak H. Asep Djuanda, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran pembina dalam membentuk karakter dan keterampilan para anggota PMR.

    “Para pembina adalah ujung tombak dalam menciptakan generasi muda yang berjiwa kemanusiaan. Melalui kegiatan ini, kami berharap para pembina mendapatkan wawasan dan bekal yang lebih baik untuk membimbing adik-adik PMR,” ujar beliau.

    Selama sehari penuh, para peserta mendapatkan materi komprehensif yang disampaikan oleh para ahli di bidangnya. Materi yang diberikan mencakup berbagai aspek, Implementasi Sidanira pada kegiatan Ekstrakurikuler PMR di Sekolah, kepalangmerahan, hingga program kegiatan PMR dan kurikulum PMR. Para pembina juga diajak untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman seputar tantangan dan solusi dalam membina PMR di lingkungan sekolah masing-masing.

    H. Syamsul Qomar, ketua PMR PMI Jakarta Pusat, mengungkapkan rasa bangga kepada pembina PMR karena melihat antusiasme dan komitmen pada kegiatan ini.

    “Saya sangat senang melihat antusiasme dan komitmen yang luar biasa dari para pembina PMR dalam acara orientasi hari ini. Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan rutin, tetapi sebuah investasi jangka panjang untuk masa depan PMI Jakarta Pusat. Para pembina adalah kunci utama dalam membentuk karakter dan keterampilan anggota PMR, yang merupakan generasi penerus dalam gerakan kemanusiaan” katanya.

    Dengan berakhirnya acara orientasi ini, PMI Jakarta Pusat berharap para pembina PMR dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk membina anggota PMR agar semakin kompeten. Peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat melahirkan anggota PMR yang tidak hanya terampil dalam kegiatan kepalangmerahan, tetapi juga memiliki jiwa sosial dan kepedulian tinggi terhadap sesama.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PMI Jakarta Pusat untuk terus mendukung dan memperkuat gerakan kepalangmerahan di kalangan remaja, yang merupakan salah satu pilar penting dalam mewujudkan misi kemanusiaan.

  • Perjuangan Palang Merah Indonesia untuk mudik yang sehat di Stasiun Gambir

    Perjuangan Palang Merah Indonesia untuk mudik yang sehat di Stasiun Gambir

    Ribuan pemudik mengisi Stasiun Gambir dengan keinginan untuk segera bertemu keluarga mereka di kampung halaman mereka pada H-3 Lebaran 2025.

    Saat antrean tiket mengular dan suara pengumuman keberangkatan kereta bersahutan, keramaian semakin menjadi-jadi.


    Sosok-sosok berbaju merah terlihat selalu siaga di tengah keramaian itu. Mereka tidak berencana untuk pulang, tetapi sebaliknya harus bertahan untuk memastikan pemudik tetap sehat dan aman saat pergi ke rumah.

    Sosok-sosok berseragam merah itu adalah petugas Palang Merah Indonesia (PMI), yang merupakan bagian penting dari upayanya untuk memastikan mudik yang aman dan sehat.

    Supriyatna, petugas ambulans PMI, sudah bersiap di antara mereka sejak pagi di stasiun. Saat arus mudik tahun ini, dia bertugas di posko PMI Stasiun Gambir untuk kesepuluh kalinya.

    Mereka yang bekerja di PMI, seperti Supriyatna, harus selalu siaga. seperti yang terjadi siang itu ketika seorang pria tiba-tiba jatuh terduduk di peron. Ketika keringat dingin mengalir di pelipisnya, wajahnya menjadi cerah.


    Dengan cepat, Supriyatna dan rekannya membopong pria itu ke posko untuk diperiksa. Akibat kelelahan dan tidak makan sejak pagi, pria itu ternyata mengalami tekanan darah rendah. Akhirnya, pria itu bisa melanjutkan perjalanan setelah mendapatkan perawatan dan beristirahat sejenak.

    Bagi Supriyatna, tetap siaga di stasiun saat arus mudik adalah panggilan hati dan bukan sekadar tugas. Meskipun dia tidak bisa mudik lebih awal daripada kebanyakan orang, dia tidak berkecil hati dan tetap memilih berjaga untuk memastikan para pemudik sampai ke tujuan dalam kondisi sehat.

    Setiap tahun, keluhan pemudik yang paling umum adalah kelelahan, dehidrasi, dan tekanan darah tinggi.


    Banyak pemudik berangkat tanpa persiapan yang cukup; mereka kurang tidur, minum terlalu sedikit, dan berdiri terlalu lama dalam antrean. Tidak jarang, keadaan ini menyebabkan mereka runtuh sebelum sempat naik kereta.

    Cuaca panas dan orang banyak di stasiun juga meningkatkan risiko. Selain itu, seorang pemudik yang memiliki riwayat penyakit jantung mendapatkan pertolongan pertama sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit terdekat.

    Sukses dan kesulitan dalam pekerjaan

    Tidak mudah bagi Supriyatna dan rekan-rekannya untuk melakukan tugas saat arus mudik. Jadwal yang padat, kurang istirahat, dan harus selalu bekerja membuat Anda merasa lelah.


    Semangatnya tetap hidup meskipun dia lelah. Ia menyadari bahwa menunjukkan kelelahan tidak bijaksana dalam situasi seperti ini. Dia menyatakan bahwa menjaga ritme antara kerja dan istirahat adalah penting untuk tetap bugar.

    Dia juga mengatakan bahwa bertugas di tengah hiruk-pikuk stasiun menjelang Lebaran bukan hanya pekerjaan. Dalam dirinya ada dorongan kuat yang mendorongnya untuk melakukan tugas dengan sepenuh hati.

    Ada kepuasan batin yang sulit dijelaskan dengan kata-kata, tetapi tidak ada imbalan materi atau tepuk tangan hangat. Dia sangat senang melihat pemudik dapat melanjutkan perjalanan dengan sehat.


    “Lebaran memang tentang pulang dan berkumpul dengan keluarga, tapi bagi kami, kebahagiaan itu juga terasa ketika bisa membantu mereka sampai dengan selamat,” kata Supriyatna dengan senyum.

    Salah satu momen yang paling membekas baginya adalah ketika seorang pemudik yang dia bantu tahun lalu kembali menemui tim PMI; pemudik itu datang untuk mengucapkan terima kasih, bukan untuk meminta bantuan.

    Moment-moment seperti itulah yang membuat Supriyatna dan rekannya tetap bersemangat untuk menyelesaikan tugas. Meskipun mereka harus melewatkan waktu bersama keluarga, mereka menyadari bahwa tindakan mereka adalah bagian penting dari perjalanan mudik yang aman dan sehat.

    Mereka tetap berjaga hingga malam tiba dan arus manusia tidak juga surut. Mereka tetap hidup di tengah gelombang orang yang ingin pulang. Mereka telah berusaha keras untuk membantu pemudik selama mudik Lebaran.

    Mereka bekerja tanpa pamrih dan sering mengorbankan waktu untuk bersama keluarga untuk memastikan semua pemudik sampai dengan selamat. Orang-orang yang pergi ke kampung halaman merasa aman dan nyaman karena mereka ada di posko kesehatan.

    Posko kesehatan Stasiun Gambir beroperasi setiap hari dari H-7 hingga H+7 Lebaran, atau dari 24 Maret hingga 8 April 2025. Posko ini melayani penumpang selama 24 jam untuk menangani keluhan kesehatan mereka, termasuk pemeriksaan tekanan darah dan penanganan keluhan ringan.

    Kerja sama antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Daop 1 Jakarta dengan berbagai lembaga kesehatan, seperti Puskesmas Gambir, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat, PMI, dan Pusat Krisis dan Kegawatdaruratan Kesehatan Daerah (PK3D) DKI Jakarta, memungkinkan operasional posko kesehatan ini. Dengan bekerja sama, kami dapat memastikan bahwa posko memiliki tenaga medis yang kompeten dan fasilitas yang memadai untuk memberikan layanan terbaik kepada pemudik.

    Selama arus mudik, MI Kota Jakarta Pusat memberikan layanan kesehatan yang sangat penting. Stasiun Gambir, Pasar Senen, dan Tanah Abang adalah beberapa lokasi penting di mana mereka membangun pos pertolongan pertama. Sebanyak 76 relawan, termasuk dokter dan paramedis, ditugaskan untuk memberikan layanan medis kepada para pemudik. Mereka ditugaskan dari H-3 atau 28 Maret hingga H+4 atau 4 April 2025.

    Dengan adanya layanan pos kesehatan ini, para pemudik diharapkan dapat menjalani perjalanan mereka dengan lebih tenang dan yakin tentang kesehatan mereka, sehingga mereka dapat merayakan Lebaran dengan bahagia bersama keluarga.