Jakarta – (19/02/2026) PMI Kota Jakarta Pusat melaksanakan kegiatan pengecatan Mushalla sekaligus TPA Nurul Iman yang berlokasi di Jorong Balai Belo, Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian misi kemanusiaan PMI Kota Jakarta Pusat dalam mendukung pemulihan pascabencana longsor yang melanda wilayah tersebut.
Selain memperbaiki sarana kebutuhan dasar, PMI juga memberikan perhatian pada fasilitas ibadah dan pendidikan keagamaan sebagai bagian dari pemulihan psikososial masyarakat.
Mushalla Nurul Iman tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah harian warga, tetapi juga menjadi pusat kegiatan pengajian serta tempat belajar agama bagi anak-anak melalui Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA).
Kondisi bangunan yang terdampak bencana dan cuaca membuat tampilan mushalla memudar sehingga membutuhkan perbaikan.
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana dan Sosial PMI Kota Jakarta Pusat, Rudy Hairuddin, mengatakan bahwa bantuan pengecatan ini diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan semangat baru bagi warga, khususnya para penyintas bencana longsor. Mushalla bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan anak-anak. Dengan lingkungan yang lebih nyaman dan bersih, semoga semangat spiritual masyarakat semakin meningkat,” ujarnya.
Proses pengecatan dilakukan bersama pengurus mushalla dan warga sekitar secara gotong royong. Kebersamaan tersebut mencerminkan semangat solidaritas antara relawan PMI dan masyarakat setempat.
Sofian Sutan Maruf selaku pengurus Mushalla Nurul Iman menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan.
“Kami sangat berterima kasih kepada PMI Jakarta Pusat atas bantuan pengecatan mushalla dan TPA ini. Bagi kami, tempat ini sangat penting karena selain untuk shalat berjamaah, juga menjadi tempat anak-anak belajar mengaji. Bantuan ini membuat mushalla kami terlihat lebih baik dan nyaman,” ungkapnya.
Dengan adanya pengecatan tersebut, diharapkan Mushalla dan TPA Nurul Iman dapat kembali menjadi pusat kegiatan ibadah dan pendidikan agama yang lebih representatif, sekaligus memperkuat ketahanan spiritual masyarakat dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana.



