Agam – PMI Jakarta Pusat melakukan peninjauan langsung ke lokasi bencana banjir dan longsor di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Senin (16/02/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan asesmen penanganan bencana yang hasilnya akan dilaporkan kepada jajaran pengurus PMI Jakarta Pusat sebagai dasar pengambilan kebijakan dan tindak lanjut bantuan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari misi kemanusiaan tahap kedua PMI Jakarta Pusat. Sebelumnya, pada tahap pertama, PMI Jakarta Pusat telah menyalurkan bantuan bagi warga terdampak bencana di Aceh Tamiang. Komitmen berkelanjutan ini menunjukkan konsistensi PMI Jakarta Pusat dalam merespons bencana di berbagai daerah.
Tim PMI Jakarta Pusat yang berjumlah delapan orang dipimpin oleh Rudy Hairuddin selaku Ketua Bidang Penanggulangan Bencana dan Sosial. Peninjauan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan banjir dan longsor dalam beberapa hari terakhir.
Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Jorong Labuah. Longsor di wilayah tersebut mengakibatkan 70 rumah warga terdampak. Selain itu, satu masjid, dua mushola, satu TPA, dan satu gedung serbaguna turut mengalami kerusakan. Secara keseluruhan, sebanyak 80 kepala keluarga atau sekitar 320 jiwa terdampak bencana.
Selanjutnya, tim melakukan koordinasi dengan PMI Kabupaten Agam guna membahas langkah penanganan dan kebutuhan mendesak di lapangan.
Kepala Markas PMI Kabupaten Agam, Ade, menyampaikan apresiasi atas kehadiran PMI Jakarta Pusat.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan kepedulian PMI Jakarta Pusat. Kehadiran tim secara langsung memberikan semangat bagi kami dan masyarakat terdampak. Sinergi ini sangat penting agar proses penanganan dan pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran,” ujar Ade.
Tim kemudian meninjau Desa Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, yang menjadi salah satu lokasi terdampak. Di wilayah tersebut, kerusakan pada jaringan pipanisasi air bersih menjadi perhatian utama karena berdampak langsung pada kebutuhan dasar masyarakat.
Dalam diskusi bersama perangkat nagari, Kepala Desa Koto Kaciak, Syawaldi, menyampaikan harapan dan komitmennya.
“Kami mewakili masyarakat Desa Koto Kaciak mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Kerusakan pipanisasi air bersih sangat mempengaruhi aktivitas warga. Kami siap bergotong royong bersama PMI dalam proses perbaikan agar fasilitas ini bisa segera dimanfaatkan kembali,” ungkap Syawaldi.
Rudy menegaskan sesuai arahan Ketua PMI Kota Jakarta Pusat, bahwa hasil asesmen harus segera ditindaklanjuti.
“Rencana kita akan bantu perbaikan pipanisasi air bersih, pembangunan MCK, perbaikan tempat ibadah, serta pembagian sembako bagi warga terdampak. Ini bagian dari komitmen kami dalam misi kemanusiaan tahap kedua,” jelasnya.
Melalui kolaborasi antara PMI Jakarta Pusat dan PMI Agam, diharapkan upaya pemulihan pascabencana dapat berjalan optimal serta mampu meringankan beban masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit.



